Pilihan +INDEKS
Membaca Cindy Neo dan Buku Puisinya Dalam Sunyi, Aku Pulang
PEKANBARU (Sunting.co.id) - Namanya Cindy Neo. Bukan nama sebenarnya. Dia adalah penulis buku puisi berjudul Dalam Sunyi, Aku Pulang. Karya tunggal pertamanya ini diluncurkan di Kafe Mak Uwo, Jalan Hang Tuah, Kecamatan Sail, Kota Pekanbaru, Minggu (21/12/2025).
Peluncuran buku diawali dengan bincang buku yang menghadirkan penyair Riau Kunni Masrohanti sebagai narasumber, serta Cindy sendiri. Keluarga, sahabat Cindy serta para penyair Riau juga turut hadir dan memenuhi kursi yang tersusun rapi di ruang terbuka lantai dua kafe tersebut.
Di antara penyair yang hadir yakni Bambang Kariyawan, Murparsaulian, Dedi Saputra, Eko Ragil, Listi Mora Rangkuti, Ketua Komunitas Riau Sastra Azhar, Alang Alang Khatulistiwa, Ali Imran, serta beberapa lainnya. Tentu hadir juga Muhammad Asqalani founder Asqa Imagination School (AIS) tempat Cindy belajar menulis puisi.
Ada 138 puisi dengan lima ilustrasi dalam buku tersebut. Semua puisi itu ditulis Cindy selama tahun 2025. Sedangkan inspirasi yang mendasari lahirnya setiap puisi merupakan kumpulan-kumpulan pengalaman hidup di tahun-tahun sebelumnya.
‘’Puisi-puisi ini semuanya tentang pengalaman dan perjalanan batin Saya. Semuanya Saya tulis di tahun 2025. Terimakasih kawan-kawan semua yang telah hadir dan mengapresiasi lahirnya buku ini. Semoga bermanfaat. Percayalah ini karya yang autentik. Ruang sunyi itu indah. Jangan takut dengan sunyi. Sunyi saya maknai sebagai ruang refleksi atau sarana, sedangkan ‘pulang’ adalah proses penerimaan dan pemahaman terhadap diri secara utuh,’’ kata Cindy.
Sementara itu, Kunni Masrohanti membeberkan banyak hal tentang buku tersebut. Kunni mengantar perbincangan dengan menyebutkan keuntungan seseorang yang menulis puisi. Di antaranya, kata Kunni, bisa menyampaikan pesan kepada orang lain, ada sesuatu yang hendak diwariskan, mendorong tumbuhnya literasi, memperkuat ekonomi kreatif, bahkan menyembuhkan ketidakseimbangan dalam diri serta memperpanjang usia penulisnya.
‘’Selagi karya kita masih dibaca orang, berarti kita masih hidup meskipun sudah tiada. Itulah keuntungan menulis. Menulis puisi juga bisa sebagai terapi, ya selain memang ada pesan yang ingin disampaikan atau diwariskan. Jadi, marilah kita menulis. Untuk Cindy, selamat datang di dunia antah berantah, dunia kepenyairan dengan seribu rupa dan warna. Seperti rimba, banyak pohon yang serupa, maka jadilah yang berbeda,’’ kata Kunni.
Kunni memperbincangkan isi buku tersebut secara detil. Mulai judul, kalimat bahkan kata demi kata. Kunni menemukan 27 kata pulang, belasan kata luka dan sejenisnya seperti derita, lumpur, darah, runtuh dan sebagainya. Kunni juga menyebutkan membaca buku tersebut sebenarnya sedang membaca Cindy.
‘’Sungguh, ini pengalaman dan perjalanan batin Cindy yang panjang. Ada luka yang teramat pedih. Ada lelah yang sangat sehingga Cindy kembali ke pangkal diri dan menemukan jalan pulang. Barangkali banyak orang yang mengalami kisah seperti Cindy. Mulai dari kosong, lalu berisi, penuh, tumpah dan kembali kosong. Batin yang kosong. Saat kosong dan sunyi itulah Cindy menemukan jalan pulang, bertemu dengan Tuhannya. Dan semua perjalanan itu Cindy bisa menuliskan dalam puisi. Orang lain belum tentu. Membaca buku ini, kita telah membaca Cindy dan mengantarkan kita pada satu pernyataan bahwa tidak semua pertanyaan perlu jawaban dan tidak semua jawaban hadir karena pertanyaan,’’ kata Kunni.
Bincang buku diakhiri dengan sharing pendapat dan pertanyaan dari tamu-tamu kepada narasumber. Semuanya merasa bangga dan terharu dengan kehadiran buku Cindy dan datangnya Cindy sebagai salah satu penyair perempuan di Riau. Acara kemudian diakhir dengan penandatangan cover buku dan foto bersama.(*)
[ Ikuti Sunting.co.id ]
Berita Lainnya +INDEKS
Terbitkan Buku Antologi Puisi Bencana, Komunitas Seni Kuflet Terus Bersiap
SUMBAR (Sunting.co.id) - Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang tengah mematangkan.
Gagal Pulang ke Takengon, Fikar W Eda dan Penyair Riau Gelar Doa Puisi Bersama
PEKANBARU (Sunting.co,id) - Penyair asal tanah Gayo, Takengon, Aceh, Fikar W Eda.
Susur Sisir Tengger, Buku Puisi Berbasis Riset
JAKARTA (Sunting.co.id) - Susur Sisir Tengger (SST) adalah buku antologi puisi K.
Buku Susur Sisir Tengger Karya ke-6 Penyair Perempuan Indonesia Diluncurkan Dalam Festival
JAKARTA (Sunting.co.id) - Penyair Perempuan Indonesia (PPI) kembali menerb.
Puluhan Penyair Ikuti Pameran Karya di Festival Penyair Perempuan Indonesia
JAKARTA (Sunting.co.id) - Festival Penyair Perempuan Indonesia (FPPI) pertama ya.
Kepala Bahasa Riau: 48 Buku Cerita Anak Dwibahasa dari Riau Tahun 2025 Lahir dari Kegelisahan
PEKANBARU (Sunting.co.id) - Balai Bahasa Provinsi Riau menggelar Diseminasi Buku.







