<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Latest Posts</title><link>https://sunting.co.id/</link><description>Latest posts of our site.</description><atom:link href="https://sunting.co.id/rss" rel="self" type="application/rss+xml" /><item><title>Penyair Perempuan Indonesia Gelar Pulang ke Kampung Trdaisi ke&#45;6</title><link>https://sunting.co.id/news/detail/1437/penyair-perempuan-indonesia-gelar-pulang-ke-kampung-trdaisi-ke6</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;KUNINGAN (Sunting.co.id)&lt;/strong&gt; – Komunitas Penyair Perempuan Indonesia (PPI) menggelar Pulang ke Kampung Tradisi (PKT) ke&#45;6 di Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Kegiatan yang dilaksanakan 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 ini mengusung tema Milampah Tapak Kuningan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adapun rangakain kegiatan PKT tahun ini adalah Kunjungan ke Kampung Adat Majalaya, Menggali Tradisi Pasar Renteng Cibogo, Mengkaji Harmonisasi Gunung Ciremai dan Masyarakat Kuningan serta Bincang Sastra dan Pergelaran Seni.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua PPI Kunni Masrohanti, mengatakan, Kuningan menjadi tujuan pulang tahun ini sesuai hasil rapat bersama pengurus dan anggota PPI. Tema yang dipilih juga merupakan hasil diskusi panjang seluruh pengurus PPI dan panitia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Pulang ke Kampung Tradisi tahun ini merupakan yang ke&#45;6.&amp;nbsp;Kuningan menjadi tujuan pulang merupakan hasil kesepakatan bersama dengan melihat segala kemungkinan baik secara lokasi maupun kesanggupan seluruh anggota. Maklum, anggota PPI tersebar di banyak provinsi di Indonesia sedangkan kegiatan dilaksanakan secara bergotongroyong,’’ katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;PKT kata Kunni, merupakan program tahunan PPI yang menghasilkan karya buku antologi puisi. Dari PKT ke&#45;6 ini akan lahir buku ke&#45;6.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’PKT merupakan upaya PPI untuk mendokumentasikan dan turut melestarikan objek kebudayaan dengan cara puisi, termasuk juga pelestarian bahasa daerah dan bentang alam&amp;nbsp; yang tidak bisa dipisahkan dengan keletastarian budaya. Semoga apa yang dilakukan PPI berkontribusi untuk negeri ini,’’ kata Kunni lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adapun para penyair perempuan yang ikut PKT tahun ini, yakni, Kunni Masrohanti (Pekanbaru), DM Ningsih (Pekanbaru), Nia Kurnia (Bandung), Rini Intama (Banten),&amp;nbsp; Ponnoer (Sukabumi), Juliani Rangkuti (Bekasi), Retno Indarsih (Bekasi), Mezra E Pellondou (Kupang, NTT), Ayu Yulia Johan (Jakarta), Dyah Susilowati (Bogor), Teti Marlina (Bogor), Heti Palestina Yunani (Surabaya), Nunung Noor el Noel (Bali), Rissa Churia (Bekasi), Berti Khajati (Bekasi), Chie Setiawati (Kuningan), Puput Amiranti (Jatim), Ratna Ayu Budhiarti (Yogyakarta), Resti Nurfaidah (Bandung), Veronika Sri Wahyuningsih (Tangerang), Eva Septiana (Tuban), Yoza Veronika (Yogyakarta), Iin Muthmainnah (Lampung), Asmariah (Yogyakarta), Devi Komala Syahni (Jakarta). (*)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://sunting.co.id/assets//berita/original/87341173168-whatsapp_image_2026-08-01_at_18.jpeg"/><pubDate>Fri, 28 Aug 2026 18:39:04 +0700</pubDate><guid>https://sunting.co.id/news/detail/1437/penyair-perempuan-indonesia-gelar-pulang-ke-kampung-trdaisi-ke6</guid></item><item><title>ICMI Riau Gelar Sarasehan dan Silaturahmi Kerja Wilayah</title><link>https://sunting.co.id/news/detail/1436/icmi-riau-gelar-sarasehan-dan-silaturahmi-kerja-wilayah</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (Sunting.co.id) &lt;/strong&gt;– Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Riau menggelar Sarasehan dan Silaturahmi Kerja Wilayah (Silakwil), Ahad (19/7/2026) di Hotel Grand Zuri, Pekanbaru. Sarasehan yang mengusung tema Mewujudkan Sumber Daya Manusia Unggul, Melalui Pendidikan Tinggi Berdaya Saing Global untuk Membangun Peradaban Bangsa tersebut diikuti pengurus ICMI dan segenap undangan,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau Dr. Syahrial Abdi A.P, &lt;span style=&quot;color:var(&#45;&#45;WDS&#45;content&#45;external&#45;link);&quot;&gt;M.Si&lt;/span&gt; hadir memaparkan kerja&#45;kerja pemerintah terkait tema sarasehan yang diusung sekaligus membuka secara resmi kegiatan sarasehan dan Silakwil tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Pemerintah melaksanakan misi pembangunan SDM yang unggul melalui program strategis Riau Cerdas dan Riau Sehat. Program Riau Cerdas menitikberatkan pada peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan yang inklusif, merata, berkualitas dan berbasis karakter,’’ kata Sekda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Program prioritas dilaksanakan melalui kegiatan prioritas, sambung Sekda lagi. Antara lain, Pendidikan gratis pada SM/SMK dan madrasah, beasiswa pendidikan S1, S2, S3 bagi mahasiswa berprestasi dan tenaga pendidik 1 rumah 1 sarjana, dukungan dana kerjasama perguruan tinggi 9 kampus dalam provinsi dan 14 kampus luar provinsi, beasiswa bagi penyandang disabilitas dan kelompok marjinal, dukungan penguatan pendidikan anak usia dini, dan penguatan sarana dan prasarana pendidikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sarasehan yang menghadirkan tiga narasumber. Ada calon Rektor UNRI periode 2026&#45;2030 Prof Ahmad Fadli, ST, MT, Ph.D, Kepala Bappeda Provinsi Riau Purnama Irawansyah S.Hut, M.M, dan ada Ketua ICMI Orwil Riau Drg. Burhanuddin Agung, MM. Ketiganya membeberkan berbagai hal tentang SDM unggul melalui pendidikan tinggi yang mampu berdaya saing global.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hadir dalam sarasehan tersebut tokoh&#45;tokoh masyarakat Riau seperti Drs H Syamsuar gubernur pada masanya, tokoh masyarakat Riau Fachri Yasin, entrepreneur Riau Ari Keroncong, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Fakhrunnas MA Jabbar dan masih banyak lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Usai sarasehan, kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi dan pembahasan program ICMI Orwail Riau tahun 2025 dan tahun 2026. Pada kesempatan tersebut, Ketua ICMI Orwil Riau Drg. Burhanuddin Agung, M.M, berharap agar ICMI ke depan akan lebih banyak memberikan konstribusi bagi pembangunan di Provinsi Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Kita semua sangat berharap agar ICMI ke depan bisa menjalankan kerja&#45;kerjanya dengan lebih baik, agar kontribusi bagi Riau lebih terasa dan lebih bermanfaat bagi masyarakat luas,’’ katanya.(*)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://sunting.co.id/assets//berita/original/53050277329-whatsapp_image_2026-07-20_at_15.jpeg"/><pubDate>Sun, 19 Jul 2026 18:30:00 +0700</pubDate><guid>https://sunting.co.id/news/detail/1436/icmi-riau-gelar-sarasehan-dan-silaturahmi-kerja-wilayah</guid></item><item><title>Balai Bahasa Riau Petakan Sastra Lisan di Rantau Kampar Kiri</title><link>https://sunting.co.id/news/detail/1435/balai-bahasa-riau-petakan-sastra-lisan-di-rantau-kampar-kiri</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;KAMPARKIRI (&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;color:var(&#45;&#45;WDS&#45;content&#45;external&#45;link);&quot;&gt;&lt;strong&gt;Sunting.co.id&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;)&lt;/strong&gt; – Di tahun 2026 ini, Balai Bahasa Provinsi Riau menjalankan program pemetaan sastra lisan di Rantau Kampar Kiri. Kegiatan dilaksanakan di beberapa titik. Di antaranya di Kenegerian Malako Kociak, Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Kamis (9/7/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala Bahasa Riau, Dr Umi Kulsum, S.S, M.Hum, mengatakan, pemetaan dilaksanakan karena memang sudah merupakan program Balai Bahasa Riau dengan tujuan mengetahui lebih jelas apa saja sastra lisan yang ada di tengah masyarakat, khususnya Rantau Kampar Kiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Masih banyak sastra lisan yang belum terdokumentasikan dengan baik. Makanya, Balai Bahasa Riau tahun ini ada kegiataan pemetaan sastra lisan. Ya, karena keterbatasan, pemetaan baru bisa dilaksanakan di Rantau Kampar Kiri. Semoga ke depan semua sastra lisan di Riau ini bisa kami petakan dan dokumentasikan dengan baik,’’ katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dokumantasikan Sastra Lisan dan Nonton Silat Bungo di Tanjung Beringin&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam perjalanan pemetaan sastra lisan di Kampar Kiri ini, Kepala Balai ditemani 6 orang stafnya yang lain. Sastra lisan yang didokumentasikan juga tidak hanya satu. Ada &lt;i&gt;Inang Majopuik Padi, Batimang, Pasomban&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Malalak &lt;/i&gt;yang pengambilan videonya dilaksanakan di kebun karena dianggap tabu dan tidak boleh dilagukan di tengah kampung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Satu malam di Tanjung Beringin, Umi Kulsum dan tim juga berkesempatan menyaksikan Silat Bungo di lapangan kecil di tengah kampung tersebut yang dilanjutkan dengan diskusi kecil terkait Silat Bungo dan sastra lisan di sana.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perjalanan pemataan di Desa Tanjung Beringin ini juga dibersamai Komunitas Seni Budaya Rumah Sunting selaku penggerak dan inisiator berdirinya Komunitas Seni Budaya Linayungan yang ada di desa tersebut. Sejak Linayungan berdiri, suasana berkesenian dan berkebudayaan termasuk munculnya Silat Bungo kembali, semakin terasa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Desa Tanjung Beringin ini merupakan desa yang lengkap terkait praktik&#45;praktik kebudayaannya, termasuk sastra lisan. Di sini ada &lt;i&gt;Batimang, Malalak, Inang Jopuik Padi, Cito, Mantra&lt;/i&gt; dan juga ritus seperti &lt;i&gt;Turun Mandi, Semah Antau Semah Nagoghi &lt;/i&gt;yang sekarang hanya ada di Tanjung Beringin, dan lain sebagainya. Makanya Ketika Balai Bahasa menghubungi, langsung kami rekomendasikan ke Tanjung Beringin,’’ kata Kunni.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain di Tanjung Beringin, tim Balai Bahasa juga melakukan pemetaan di Desa Kuntu, Teluk Paman dan Lipatkain, Kecamatan Kampar Kiri.(*)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://sunting.co.id/assets//berita/original/93094261279-whatsapp_image_2026-07-10_at_14.jpeg"/><pubDate>Sat, 11 Jul 2026 12:00:00 +0700</pubDate><guid>https://sunting.co.id/news/detail/1435/balai-bahasa-riau-petakan-sastra-lisan-di-rantau-kampar-kiri</guid></item><item><title>Perayaan Hari Puisi Indonesia di Riau Dihadiri Lintas Generasi</title><link>https://sunting.co.id/news/detail/1434/perayaan-hari-puisi-indonesia-di-riau-dihadiri-lintas-generasi</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (Sunting.co.id)&lt;/strong&gt; – Ramai dan dihadiri lintas generasi. Itulah yang terlihat saat &amp;nbsp;perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) di Riau dilaksanakan, Jumat (17/7/2026) di Anjungan Kampar Bandar Serai Kota Pekanbaru. Bukan hanya penyair, tapi juga pejabat, anggota DPRD, pimpinan komunitas, pimpinan organisasi kemasyarakatan, dosen, mahasiswa, guru, dan pelajar, hadir bersama&#45;sama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan yang didukung banyak lembaga/komunitas ini, dikomandoi Komunitas Seni Budaya (KSB) Rumah Sunting. Sejak HPI dideklarasikan di Riau akhir tahun 2012 oleh puluhan penyair, Rumah Sunting memang menjadi penggerak dan juga pelaksanaan perayaan HPI di Riau setiap tahun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kazzaini Ks, yang mewakili segenap panitia pelaksana sekaligus merupakan saksi penting lahirnya HPI, dalam sambutannya, mengajak kepada semua pihak agar terus menggaungkan HPI, khususnya di Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Hari Puisi Indonesia penting bagi Riau, karena Riau termasuk penggagas dan menjadi tempat deklarasi,’’ katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sepanjang tahun itu pula Kazzaini menyaksikan bagaimana Hari Puisi Indonesia di Riau dirayakan dengan meriah dan dihadiri berbagai penyair baik lokal, nasional, maupun internasional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Kita tahu Rumah Sunting adalah penggerak dan pelaksana perayaan HPI di Riau dengan didukung banyak pihak. Tidak hanya di Kota Pekanbaru, tapi sampai ke desa&#45;desa di kabupaten/kota di Riau. Semoga setiap tahun kita bisa merayakan HPI, juga sebagai jalan bersilaturahmi. HPI Lahir di Riau dan harus tumbuh terus di Riau,’’ kata Kazzaini lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan ini juga dihadiri inisiator HPI, Datuk Seri Lela Budaya Rida K Liamsi. Dalam sambutannya, Datuk Rida menyampaikan bahwa HPI ada karena ada Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’HPI ada karena Riau. Kalau tidak ada Riau, tidak akan ada HPI. Maka sudah semestinya kita menjaga api semangat dan gelora kebesaran HPI secara bersama&#45;sama. Rayakan setiap tahun,’’ kata Datuk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pelaksanaan HPI tahun ini dilaksanakan dengan sederhana tapi penuh khidmat. Puisi&#45;puisi dibacakan di ruang setengah terbuka secara bergantian sambil menyeruput kopi dan rebus&#45;rebusan. Dihadiri banyak penyair. Puisi dibacakan mulai dari anak TK, remaja, dewasa hingga para senior. Selain pembacaan puisi, juga pemutaran video sejarah HPI.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Founder KSB Rumah Sunting, Kunni Masrohanti, menjelaskan, perayaan HPI tahun ini sengaja dilaksanakan lebih awal dengan harapan bisa memancing semangat penyair dan komunitas&#45;komunitas sastra lainnya di kabupaten/kota di Riau, bahkan seluruh provinsi di Indonesia untuk turut merayakannya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’HPI memang dirayakan setiap tanggal 26 Juli, tapi tahun ini kami melaksanakannya lebih awal. Ya, semoga kawan&#45;kawan penyair dan komunitas lain &amp;nbsp;di seluruh Indonesia bisa turut merayakannya. Semakin banyak yang merayakan Hari Puisi, puisi semakin merakyat, puisi semakin dicintai masyarakat luas,’’ kata Kunni.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hadir juga dalam perayaan HPI kali ini Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau Dr Umi Kulsum, S.S, M.Hum, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Riau Kristanto Januardi, S.S, M.M, Anggota DPRD Riau yang juga penyair Dodi Irawan, Anggota DPRD Riau Abdullah, penyair dan pengurus Yayasan HPI Jakarta Willy Ana, pimpinan komunitas, seniman, guru, para siswa, seniman dan banyak lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Inilah nama&#45;nama penyair dan pembaca puisi di perayaan HPI tahun 2026 di Kota Pekanbaru:&lt;br&gt;1. A Aris Abeba (Imam Panggung Toktan yang akrab disapa Tok Tan)&lt;br&gt;2. Fakhrunnas MA Jabbar&lt;br&gt;3. Husnu Abadi&lt;br&gt;4. Hang Kafrawi&lt;br&gt;5. Jefry Al Malay (Ketua Dewan Kesenian Riau)&lt;br&gt;6. Kazzaini Ks&amp;nbsp;&lt;br&gt;7. Kunni Masrohanti&amp;nbsp;&lt;br&gt;8. Mulyati Umar &amp;nbsp;(Pimpinan TBM Mentari Sago)&lt;br&gt;9. Rida K Liamsi&amp;nbsp;&lt;br&gt;10. Taufik Ikram Jamil (Ketua Lembaga Adat Melayu Riau)&lt;br&gt;11. Syafruddin Saleh Sei Gergaji&lt;br&gt;12. Willy Ana (Jakarta)&lt;br&gt;13. Dodi Irawan (Penulis/Anggota DPR Riau Fraksi PAN)&lt;br&gt;14. Kristanto Januardi S.S, MM (Kepala BPKebudayaan Riau)&lt;br&gt;15. Dr Umi Kulsum S.S, M.Hum (Kepala Balai Bahasa Riau)&lt;br&gt;16. Fachri Yasin&lt;br&gt;17. Sri Mekka (Permaisuri Kerajaan Rokan)&lt;br&gt;18. Dang Mawar (Sanggar Matan)&lt;br&gt;19. Azhar Gulthom (Riau Sastra)&lt;br&gt;20. Wahyu Oktafiani (Duta Baca Riau 2025)&lt;br&gt;21. Dini Novira (Duta Bahasa 2025)&lt;br&gt;22. Abdul Hapiz AR (Ketua Forum Taman Baca Masyarakat Kota Pekanbaru)&lt;br&gt;23. Siti Zubaidah (Forum Lingkar Pena Riau)&lt;br&gt;24. Alya Sapri Nayla (SMPN 50 Pekanbaru)&lt;br&gt;25. Cak Winda (Text Art) (Galeri Hang Nadim)&lt;br&gt;26. Muhammad Asqalani Eneste, Eko Ragil, Lailywati, Kasih Putri Pane, (Komunnitas Pena Terbang/Competer)&lt;br&gt;27. Muhammad Tegar, Nyi Ayu Siti Julaiha (TBM Cahaya Rumah)&lt;br&gt;28. Alif Israqi, Revi Maulana Setiawan,Nawaitu Fliora Linchpin (Ekskul Sastra Al Huda Feat TBM Cahaya Rumah)&lt;br&gt;29. Khori dan Afdalul Fahri (SMPN 13 Pekanbaru). (*)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://sunting.co.id/assets//berita/original/89446247317-whatsapp_image_2026-07-19_at_11.jpeg"/><pubDate>Sat, 18 Jul 2026 11:26:17 +0700</pubDate><guid>https://sunting.co.id/news/detail/1434/perayaan-hari-puisi-indonesia-di-riau-dihadiri-lintas-generasi</guid></item><item><title>Musyawarah Daerah FTBM Kota Pekanbaru Tetapkan Abdul Hafidz AR sebagai Ketua Periode 2026–2031</title><link>https://sunting.co.id/news/detail/1433/musyawarah-daerah-ftbm-kota-pekanbaru-tetapkan-abdul-hafidz-ar-sebagai-ketua-periode-2026–2031</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (Sunting.co.id) &lt;/strong&gt;– Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Kota Pekanbaru sukses menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) sebagai forum tertinggi organisasi dalam rangka evaluasi kepengurusan sekaligus pemilihan Ketua FTBM Kota Pekanbaru periode 2026–2031. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (27/6/2026) di Rumah Dinas Ketua DPRD Riau, Jalan Sisingamangaraja, Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Musda dihadiri oleh pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM), rumah baca, serta pegiat literasi dari berbagai wilayah di Kota Pekanbaru. Meskipun belum seluruh komunitas literasi dapat hadir, pelaksanaan Musda berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan, musyawarah, dan komitmen untuk memperkuat gerakan literasi di Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua Panitia Musda, Abdul Hafidz AR, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat konsolidasi antarpegiat literasi. Ia berharap Musda menjadi awal bagi lahirnya kepengurusan yang lebih inklusif dan mampu menjangkau seluruh taman bacaan masyarakat serta rumah baca yang selama ini belum terdata.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kesempatan tersebut, Ketua FTBM Kota Pekanbaru periode 2019–2024, Ahlul Fadli, menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepengurusan serta apresiasi kepada seluruh pengurus dan pegiat literasi yang telah mengabdikan diri dalam memajukan budaya baca di Kota Pekanbaru. Ia juga berharap kepengurusan yang baru mampu melanjutkan estafet perjuangan dengan semangat kolaborasi dan inovasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui proses musyawarah yang berlangsung secara demokratis dan penuh kekeluargaan, peserta Musda menetapkan Abdul Hafidz AR dari Komunitas Baca Al Kindi sebagai Ketua FTBM Kota Pekanbaru periode 2026–2031. Amanah tersebut diharapkan menjadi energi baru dalam memperkuat peran FTBM sebagai wadah kolaborasi seluruh pegiat literasi di Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam sambutan perdananya, Ketua FTBM Kota Pekanbaru terpilih, Abdul Hafidz AR, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa kepengurusan mendatang akan berfokus pada penguatan organisasi, pendataan seluruh TBM dan rumah baca, peningkatan kapasitas pegiat literasi, serta membangun sinergi dengan pemerintah, dunia pendidikan, sektor swasta, media, dan berbagai elemen masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;FTBM adalah rumah bersama bagi seluruh pegiat literasi. Kami mengajak seluruh pengelola taman bacaan masyarakat, rumah baca, komunitas literasi, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama&#45;sama membangun budaya literasi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat Kota Pekanbaru,&quot; ujar Abdul Hafidz AR.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;FTBM Kota Pekanbaru meyakini bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang cerdas, kritis, kreatif, dan berkarakter. Oleh karena itu, kepengurusan periode 2026–2031 berkomitmen menghadirkan program&#45;program yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui gerakan literasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Musyawarah Daerah ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya semangat baru untuk memperluas akses membaca, memperkuat jejaring taman bacaan masyarakat, serta menjadikan FTBM Kota Pekanbaru sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam membudayakan literasi di Kota Pekanbaru&lt;strong&gt;.(rls/*)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://sunting.co.id/assets//berita/original/42192121722-whatsapp_image_2026-06-28_at_14.jpeg"/><pubDate>Sun, 28 Jun 2026 19:49:30 +0700</pubDate><guid>https://sunting.co.id/news/detail/1433/musyawarah-daerah-ftbm-kota-pekanbaru-tetapkan-abdul-hafidz-ar-sebagai-ketua-periode-2026–2031</guid></item><item><title>Ribuan Warga Siak Tumpah Ruah Hadiri Semarak Budaya 2026</title><link>https://sunting.co.id/news/detail/1432/ribuan-warga-siak-tumpah-ruah-hadiri-semarak-budaya-2026</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;SIAK (Sunting.co.id)&lt;/strong&gt; – Ribuan warga Siak menunggu dengan semangat puncak pelaksanaan Semarak Budaya 2026 Festival Seni Budaya Melayu (FSBM) Riau yang mengnusung tema ‘’Junjung Budaya Negeri Istana’’, Sabtu malam (20/6/2026) di Panggung Siak Bermadah depan Istana Siak, Kabupaten Siak Sri Indrapura.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejak sore, masyarakat berduyun&#45;duyung datang ke lapangan terbuka di depan Panggung Siak Bermadah, tempat dilaksanakannya festival tersebut. Tepat azan isya usai berkumandang, lokasi itu makin padat. Masyarakat tumpah ruah hingga ke tepi&#45;tepi jalan. Mereka datang dari Kota Siak dan kecamatan&#45;kecamatan sekitar, seperti Mempura, Bunga Raya, Sabak Auh, Tualang, Perawang dan lain sebagainya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anggota Komisi X DPR RI Dr Hj Karmila, S.Kom, M.M, Bupati Siak Dr Afni Zulkifli S.A.P, M.Si beserta Tuan Suami, tim UNDP Swiss Ms. Daniela Fabel Glass, Ms, Violetta Ruppaner, Mr, Guilano Ripari, Wakil Bupati Siak Syamsurizal, S.Ag, Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar S.H, S .I.K, M.H, dan unsur Forkopimda Siak lainnya serta ketua panitia penyelenggara Kunni Masrohanti serta beberapa kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak, memasuki laman Panggung Siak Bermadah.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gemuruh kompang persembahan Balairung Sri dari Kecamatan Siak mengiringi langkah kaki mereka dan terhenti ketika dua datuk menyambut dengan silat, beberapa langkah dari tenda para tamu. Di seluruh sisi dua tenda berukuran 4x6 itu telah duduk dengan rapi ribuan masyarakat Siak hingga ke lapangan paling belakang.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sisi kanan kiri panggung pula, penuh sesak oleh ratusan talent yang siap tampil heboh menghibur masyarakat Siak. Acara kian terasa agung ketika dara&#45;dara muda menghulurkan sirih sebagai ungkap selamat datang untuk para tamu melalui Tari Persembahan oleh Sanggar Tasik Seminai.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Semarak Budaya 2026 Festival Seni Budaya Melayu Riau yang mengusung tema Junjung Budaya Negeri Istana ini tidak akan terjadi di Siak jika tidak karena kehangatan hati serta perhatian besar Ibu Dr Karmila Sari yang saat ini sebagai anggota Komisi X DPR RI. Tidak akan wujud juga di tempat ini saat ini, kalau tidak karena keterbukaan dan sambutan hangat Bupati Siak Ibu Dr Afni Zulkifli serta seluruh masyarakat Siak. Kita semua berharap agar tahun depan kegiatan ini bisa terlaksana lebih semarak lagi di Kota Siak. Apakah kita semua sepakat?,’’ teriak Kunni di awal laporan kegiatan yang ia sampaikan malam itu.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Otomatis, seluruh masyarakat menjawab dengan teriakan sepakat pula. Kunni menyampaikan, ada 13 pertunjukan yang hadir di panggung Siak Bermadah malam itu. Tidak hanya dari Kecamatan Siak atau kabupaten Siak saja, tapi juga dari kecamatan&#45;kecamatan lain di Kabupaten Siak, bahkan dari kabupaten dan provinsi lain.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Semarak Budaya hadir bukan hanya semata memeriahkan atau melestarikan kebudayaan di Negeri Istana ini, tapi juga menjaga potensi yang ada agar bertumbuh dengan kuat serta muncul proses pewarisan dari orang tua kepada generasi muda. seperti para penabuh kompang yang ada di hadapan kita saat ini. Selain tari, akan hadir juga pertunjukan teater, musikalisasi puisi, pembacaan puisi, monolog mini, sastra lisan seperti syair dan batimang, silat serta kompang sebagaimana yang sudah kita lihat di awal penyambutan, serta akan ditutup oleh grup musik OMOK,’’ kata Kunni lagi.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bupati Siak, Dr Afni Zulkifli yang malam itu mengenakan pakaian melayu lengkap warna kuning muda, bersongket tenun serta selempang, terlihat anggun, terlebih saat melintasi karpet merah yang menjadi penghubung antara tenda tempat duduk para tamu dan panggung Siak Bermadah. Ia memberi salam kepada seluruh tamu dan masyarakat serta melambaikan tangan dengan senyum ramah.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’&lt;i&gt;Alhamdulillah&lt;/i&gt;, kami dengan bangga bersama Rumah Sunting binaan Kak Kunni Masrohanti, kegiatan ini bisa kita wujudkan. Tidak perlu berwemah&#45;mewah, dengan sederhana, tapi melihat wajah senang dan bahagia masyarakat Siak pada malam hari ini, kita semua senang. Terimakasih atas bantuan Kak Karmila sehingga acara ini bisa terlaksanakan di Siak tercinta. Hadir juga Wakil Bupati, unsur Forkopimda Siak, tamu dari Swiss yang datang bukan untuk kunjungan yang biasa tapi untuk Siak, serta cerdik pandai, alim ulama dan seluruh masyarakat Siak yang kami cintai.&lt;i&gt; Insyaallah,&lt;/i&gt; apapun keadaannya kita akan buat Siak yang hebat bermartabat berkarakter berbudaya Melayu dengan berbasis ekonomi,’’ kata Bupati.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sang penyebab terjadinya Semarak Budaya 2026 di Kabupaten Siak, anggota Komisi X DPR RI, Dr Hj Karmila Sari, terlihat selalu tersenyum Bahagia. Senyumnya yang hangat, semakin lembut oleh balutan busana Melayu warna coklat muda, Ia datang dari Jakarta ke Kota Pekanbaru dan langsung menuju Kabupaten Siak, lalu hadir dan berjalan anggun menuju panggung dengan tabuhan kompang anak&#45;anak remaja dalam sambutan hangat pemerintah dan ribuan masyarakat Siak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;‘’Saya Selaku anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Golkar Dapil Riau I. Salah satu Dapil Saya adalah Kabupaten Siak. Saya memang dari Rokan Hilir, tapi Siak adalah bagian dari Dapil Saya, maka Saya memilih untuk menyelenggarakan Semarak Budaya ini di Siak. Jadi, Kementerian Kebudayaan ini harus terus memberikan semangat, harus terus membiasakan budaya ini bukan hanya untuk kita, tapi juga bagi generasi muda. Semoga ini menjadi meomentum bagi kita sebagai warga negara Indonesia untuk meneruskan nilai&#45;nilai budaya warisan leluhur, bukan hanya karena pemikiran atau kebiasaan tapi itu falsafah yang bisa kita fahami agar kita menjadi manusia yang semakin beradab, beretika dan saling menghormati,’’ kata perempuan politikus muda asal Rohil tersebut.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan yang dimulai pukul 20.30 WIB ittu berakhir pukul 23.00 WIB di bawah komando Ilham Noviandi dan Asri Novita sebagai pembawa acara. Bupati Siak bukan hanya menyaksikan berjalannya acara dari awal hingga akhir dengan seksama, tapi turut menyumbangkan suaranya di akhir acara dengan melantunkan lagu Lemak Manis.(*)&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Inilah nama&#45;nama sanggar/komunitas penampil dalam Siak Bermadah 2026 Festival Seni Budaya Melayu Riau ‘’Junjung Budaya Negeri Istana’’:&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Balairung Sri, Kecamatan Siak (Kompang dan Silat)&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. Sanggar Lembayung, Kecamatan Sabak Auh (Musikalisasi Puisi)&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3. Sanggar Mahligai, Kecamatan Siak (Tari Zapin Siak)&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;4. Muhammad Ade Putra, Yogyakarta (Monolog Mini Amakku Subayang, Subayang Amakku)&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;5. Batimang Art, Kampar Kiri (Batimang tampil secara kolaborasi dengan Muhammad Ade Putra)&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;6. &amp;nbsp;Sanggar Mahkota Genjah Gemilang, Kecamatan Bunga Raya (Tari Lenggok Payung Dara)&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;7. Arbi Tanjung, Pasaman Sumbar (Pembacaan Puisi Sejarah)&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;8. Sanggar Abisatya, Kecamatan Siak (Tari Kreasi Dara Menenun)&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;9. Sanggar Sekayuh Sehati, Kecamatan Mempura (Pembacaan Syair dan Kompang Remaja)&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;10. Komunitas Seni Budaya Linayungan, Kampar Kiri Hulu (Sastra Lisan Inang Majapuik Padi dan Silat Bungo)&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;11. Komunitas Seni Budaya Rumah Sunting, Pekanbaru (Teater berjudul Tesso Nilo)&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;12. Grup OMOK, Kecamatan Siak (Musik Orkes Melayu)&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;13. Sanggar Tasik Seminai, Kecamatan Siak (Tari Persembahan)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://sunting.co.id/assets//berita/original/78520996691-foto_bersama_talent.jpeg"/><pubDate>Sun, 21 Jun 2026 09:30:00 +0700</pubDate><guid>https://sunting.co.id/news/detail/1432/ribuan-warga-siak-tumpah-ruah-hadiri-semarak-budaya-2026</guid></item><item><title>Amakku Subayang, Subayang Amakku: Teater di Tepian Sungai, Mengingat Turun Mandi dan Luka Subayang</title><link>https://sunting.co.id/news/detail/1431/amakku-subayang-subayang-amakku-teater-di-tepian-sungai-mengingat-turun-mandi-dan-luka-subayang</link><description>&lt;p&gt;KAMPARKIRIHULU (Sunting.co.id) &#45; Komunitas Seni Budaya (KSB) Rumah Sunting bersama Meneroka Indonesia menggelar pertunjukan teater kolaboratif berjudul Amakku Subayang, Subayang Amakku pada Jumat, 12 Juni 2026 di Malako Kociak, Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertunjukan ini ditampilkan langsung di tepian Sungai Subayang dan disaksikan oleh masyarakat Malako Kociak. Karya tersebut mengangkat tradisi Turun Mandi, yakni tradisi memandikan bayi ke Sungai Subayang sebagai bentuk pengenalan anak kepada keluarga, kampung dan alam sekitarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertunjukan ini juga merespons kondisi Sungai Subayang yang mengalami perubahan akibat aktivitas pengambilan batu di aliran sungai. Penulis sekaligus sutradara pertunjukan Muhammad Ade Putra, mengatakan teater ini dibuat sebagai ruang bersama untuk mengingat dan membicarakan kembali hubungan masyarakat dengan Sungai Subayang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Pertunjukan ini lahir dari kegelisahan terhadap kondisi Sungai Subayang. Kami mengajak masyarakat untuk merefleksikan posisional sungai sebagai ruang hidup, ruang adat dan bagian penting dari ingatan masyarakat. Selain itu, proses teater ini dilakukan dengan berkolaborasi bersama masyarakat sebagai bentuk dari pemberdayaan masyarakat,” kata Ade.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Naskah teater pertunjukan ini disusun bersama masyarakat, di antaranya Devi, Midar, Nita, Nasrun dan Mail. Pertunjukan ini diperankan oleh Wulandari, Muhammad Ade Putra, Rima Fitrah, Nasruh, Asheila Nawa Shofa, dan puluhan anak&#45;anak Malako Kociak. Cerita pertunjukan berpusat pada hubungan kakak dan adik. Tokoh kakak ingin anaknya kelak diturunmandikan di Sungai Subayang, sementara adiknya bekerja mengangkat batu dari sungai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Konflik tersebut menggambarkan dilema antara kebutuhan ekonomi masyarakat dan tanggung jawab dalam menjaga lingkungan. Pada bagian akhir pertunjukan, prosesi Turun Mandi turut dihadirkan sebagai simbol pengembalian anak kepada sungai dan komitmen untuk menjaga Subayang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Founder Komunitas Seni Budaya Rumah Sunting, Kunni Masrohanti, mengatakan Turun Mandi hadir sebagai pengetahuan masyarakat dalam menjaga harmonisasi manusia dengan alam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Turun Mandi adalah salah satu cara masyarakat mengenalkan anak kepada kampung, sungai dan lingkungan hidupnya. Karena itu, menjaga Turun Mandi, sama artinya menjaga Sungai,” kata Kunni.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertunjukan ini merupakan Tugas Akhir dari Muhammad Ade Putra sebagai mahasiswa Magister Antropologi Minat Pemberdayaan di Universitas Gadjah Mada. Selain itu, pertunjukan ini juga menjadi bagian dari Program Residensi Malako Kociak yang didukung oleh Dana Indonesiana, Kementerian Kebudayaan dan LPDP.(*)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://sunting.co.id/assets//berita/original/86050343629-whatsapp_image_2026-06-15_at_16.jpeg"/><pubDate>Mon, 15 Jun 2026 09:13:12 +0700</pubDate><guid>https://sunting.co.id/news/detail/1431/amakku-subayang-subayang-amakku-teater-di-tepian-sungai-mengingat-turun-mandi-dan-luka-subayang</guid></item><item><title>Meriahkan HUT LAM Riau, Perempuan LAM Gelar Berbagai Kegiatan Kebudayaan</title><link>https://sunting.co.id/news/detail/1430/meriahkan-hut-lam-riau-perempuan-lam-gelar-berbagai-kegiatan-kebudayaan</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (Sunting.co.id) &lt;/strong&gt;– Sempena Hari Lahir Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau yang ke&#45;56 yang diperingati setiap tanggal 6 Juni, Perempuan LAM melaksanakan berbagai kegiatan kebudayaan. Kegiatan yang dipusatkan di Gedung LAM Riau Jalan Diponegoro Kota Pekanbaru ini, 5 hingga 7 Juni.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berbagai kegiatan kebudayaan tersebut dirangkum dalam kegiatan yang diberi nama &lt;i&gt;Workshop&lt;/i&gt; dan Pertunjukan Berbalas Pantun dengan tema ‘’Merawat Adat, Menguatkan Budaya, Mensejahterakan Masyarakat’’.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain &lt;i&gt;Workshop &lt;/i&gt;dan Pertunjukan Berbalas Pantun, juga dimeriahkan dengan bazar UMKM, pembuatan Bubur Lambok, pergelaran juadah kearifan lokal Riau, Jumat Berkah dan pemeriksaan kesehatan gratis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Semua kegiatan ini dilaksanakan sempena memeriahkan Hari Lahir LAM Riau. Tapi lebih dari itu adalah sebagai upaya pelestarian budaya Melayu Riau dan berbagai kearifan lokal yang kita miliki. Mulai dari bengkel dan pertunjukan pantun sampai pergelaran berbagai jenis makanan khas Riau,’’ ungkap Ketua Perempuan LAM Riau, Hj Dinawati, &lt;span style=&quot;color:var(&#45;&#45;WDS&#45;content&#45;external&#45;link);&quot;&gt;S.Ag&lt;/span&gt;, M.M.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Puluhan peserta bengkel atau workshop pantun sudah bersiap untuk mengikuti kegiatan tersebut. Antara lain, Utusan Perwati Riau, Himpaudi Siak Hulu, PKBM Nur Aisyah, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Riau, Perempuan Melayu Pekanbaru dan masih banyak lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perempuan LAM juga dipercaya mempersiapkan hidangan makan berhidang saat acara puncak Hari Lahir LAM Riau tersebut. Berbagai menu hidangan lokal akan hadir. Antara lain Ayam masak putih, goreng ikan motan, sambal ladi terung asam, setup nenas, ulap mentimun, tenggek burung dan rebus daun ubi, rebus ubi sambal belacan dan lengkong.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Kegiatan ini terbuka untuk umum. Untuk itu, kami mengajak seluruh masyarakat Kota Pekanbaru, Moh kito besamo&#45;samo datang ke LAM Riau mengikuti rangkaian kegiatan ini. Ada pemeriksaan gratis juga, ada banyak menu makanan lokal Riau. Jangan lupo, kito ramaikan,’’ kata Puan Dina yang lekat dengan bahasa Melayunya.(*)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://sunting.co.id/assets//berita/original/16786107460-perempuam_lam.jpeg"/><pubDate>Wed, 03 Jun 2026 10:00:00 +0700</pubDate><guid>https://sunting.co.id/news/detail/1430/meriahkan-hut-lam-riau-perempuan-lam-gelar-berbagai-kegiatan-kebudayaan</guid></item><item><title>Di Tengah Pulau, LPE Riau Gelar Makrab dan Bincang Ekowisata</title><link>https://sunting.co.id/news/detail/1429/di-tengah-pulau-lpe-riau-gelar-makrab-dan-bincang-ekowisata</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;KAMPAR (Sunting.co.id) &lt;/strong&gt;&#45; Setiap organisasi memiliki cara sendiri&#45;sendiri untuk meningkatkan kemampuan pengurus dan anggota demi memberi makna pada rumah perjuangan yang mereka dirikan bersama. Begitu juga dengan Laskar Penggiat Ekowisata (LPE) Riau.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Organisasi lingkungan yang menjadikan ekowisata sebagai jalan perjuangan itu menggelar peningkatan kapasitas&amp;nbsp; (&lt;i&gt;capacity building&lt;/i&gt;) bagi pengurus dengan belajar bersama di tengah bentang alam Rimbang Baling yang tenang, tepatnya di Pulau Tongah, Desa Tanjung Belit, Kampar Kiri Hulu, Jumat (8/5/2026).&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kegiatan ini dihadiri Kunni Masrohanti sebagai Dewan Penasehat yang juga pendiri LPE Riau sekaligus menjadi narasumber. Selain Kunni, pembicara yang lain ada Muhammad Aprianda selaku Koordinator dan Yanda Rahmanto sebagai Wakil/Sekretaris LPE Riau.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Kegiatan ini kami menyebutnya dengan Makrab, tapi intinya adalah peningkatan kapasitas atau kemampuan individu dalam mengembangkan potensi diri sekaligus menyamakan persepsi atas perjuangan yang akan dicapai bersama melalui organisasi,&quot; ungkap Muhammad Aprianda yang akrab disapa Nanda.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kegiatan dilaksanakan sejak siang hingga tengah malam. Usai masak dan makan malam bersama, mereka berkumpul santai di tengah pulau, duduk bersila di atas terpal beratap &lt;i&gt;flysheet&lt;/i&gt;, saling berhadapan di antara tenda&#45;tenda dome serta sejuk angin sepoi rimba sungai Subayang dan hangat unggun yang sederhana.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kunni, sang pendiri LPE menyampaikan banyak hal tentang organisasi tersebut. Mulai kisah berdirinya LPE, tujuan, peran, mimpi dan dampak yang ingin diabdikan LPE kepada masyarakat. Mengaji ke&#45;LPE&#45;an hingga larut malam, itulah yang mereka lakukan.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tidak hanya itu, pengurus LPE yang terdiri dari anak&#45;anak muda ini kemudian menyusun program.kerja untuk enam bulan ke depan atau hingga akhir tahun 2026. Diskusi penyusunan program ketja ini dipimpin Yanda Rahmanto.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saat itu, berbagai isu lingkungan yang sejalan dengan ruh LPE mencuat ke permukaan . Salah satunya tambang emas yang mulai bermunculan di Kampar Kiri Hulu termasuk di hulu Subayang.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kegiatan diakhiri dengan menikmati kesegaran Lubuk Sungai Lalan di desa tersebut hingga usai makan siang dan lalu pulang.(*)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://sunting.co.id/assets//berita/original/52563984045-img-20260511-wa0059.jpg"/><pubDate>Thu, 14 May 2026 17:20:30 +0700</pubDate><guid>https://sunting.co.id/news/detail/1429/di-tengah-pulau-lpe-riau-gelar-makrab-dan-bincang-ekowisata</guid></item><item><title>KSB Rumah Sunting Gelar Festival Seni Konservasi 2026, Bertabur Hadiah dan Aksi Seni</title><link>https://sunting.co.id/news/detail/1428/ksb-rumah-sunting-gelar-festival-seni-konservasi-2026-bertabur-hadiah-dan-aksi-seni</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (Sunting.co.id) &lt;/strong&gt;– Awal tri wulan kedua tahun 2026, Komunitas Seni Budaya (KSB) Rumah Sunting menggelar Festival Seni Konservasi (FSK) dengan tema besar ‘’Panggung Gajah’’, tepatnya tanggal 11 Apri 2026 di Laman Rumah Singgah Tuan Kadi, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rangkaian kegiatan dalam festival sendiri sudah dimulai sejak akhir Maret. Kegiatan ini digagas &amp;nbsp;KSB Rumah Sunting melalui pucuk pimpinannya yakni, Kunni Masrohanti dan dilaksanakan KSB Rumah Sunting berkat dukungan penuh Kepolisian Daerah (Polda) Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rangkaian kegiatan dimaksud yakni lomba menulis puisi dwi bahasa tingkat nasional dengan gajah sebagai tema utamanya. Kegiatan ini diikuti oleh 878 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Dari ratusan peserta ini dipilih 40 penyair dengan 40 karya terbaik, lalu karya&#45;karya itu dibukukan. Dari 40 peserta itu pula dipilih 3 terbaik dan mendapatkan ahdiah uang, Rp10 juta untuk terbaik I, Rp7,5 juta untuk terbaik II dan Rp5 juta untuk terbaik III.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dilanjutkan dengan lomba mewarnai yang pendaftarannya dilaksanakan sejak awal April hingga 9 April. Sedangkan perlombaannya dilaksanakan pada malam puncak, 11 April 2026. Selain lomba mewarnai, malam itu juga dilaksanakan pentas seni. &amp;nbsp;Pergelaran seni seperti musik, tari, teater, syair dan pembacaan puisi diunjukkan kepada seluruh masyarakat luas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Alhamdulillah Festival Seni Konservasi ini baru pertama kali kami laksanakan. Semua ide dan gagasan festival ini kami diskusikan dengan pihak Polda Riau dan mendapat sambutan baik. Kemudian bergerak dan terjadilah kolaborasi sehingga kegiatan ini bisa dilaksanakan. Kegiatan ini terlaksana karena didukung penuh oleh Polda Riau,’’ katanya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk lomba mewarnai, hadiah yang diberikan untuk empat kategori. Selain kategori terbaik 1 sampai 3, juga ada juara harapan 1&#45;5, juara favorit 1&#45;5, juara berbakat 1&#45;5. Para peserta mewarnai gambar yang disedikana panitia berupa gambar gajah dengan tulisan besar &apos;Sayangi Aku&apos; di atasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Malam itu juga dilaksanakan peluncuran buku puisi &apos;Sayangi Aku&apos; karya 40 karya terbaik dari 40 peserta yang tersebar di seluruh Indonesia. Peluncuran ditandai dengan prosesi penandatangan buku oleh salah satu dewan juri yang hadir yakni Ramon Damora, Kapolda Riau, &lt;i&gt;Founder &lt;/i&gt;Rumah Sunting dan beberapa tamu undangan lainnya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rumah Sunting sendiri mempersembahkan pertunjukan teater berjudul Tesso Nilo pada malam itu. Teater ini mengisahkan tentang dua gajah anak beranak yang sedang terkurung di hutan kecil karena menghindar dari&amp;nbsp;pemburu yang terus mengejar mereka. Saat bersembunyi, kedua gajah tersebut bertemu dengan sekawanan gajah lain yang sedang kelaparan dan mencari tempat persembunyian yang aman. Saat mereka sedanag berkumpul, datanglah pemburu lalu menembakkan senapannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semua gajah berlari kecuali Tesso karena kakenya terjerat. Ditambah kondisinya memang sudah sangat memburuk. Karena Tesso gajah kecil yang tidak bisa diambil gadingnya, pemburu tersebut pergi meninggalkan Tesso begitu saja. Sayanagnya, saat Nilo, sang ibu kembali, Tesso sudah mati karena tidak sanggup lagi menahan sakit.(*)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://sunting.co.id/assets//berita/original/25548188264-whatsapp_image_2026-05-11_at_09.jpeg"/><pubDate>Sun, 12 Apr 2026 12:00:00 +0700</pubDate><guid>https://sunting.co.id/news/detail/1428/ksb-rumah-sunting-gelar-festival-seni-konservasi-2026-bertabur-hadiah-dan-aksi-seni</guid></item><item><title>Rumah Sunting Persembahkan Teater ‘’Tesso Nilo’’ di Festival Seni Konservasi 2026</title><link>https://sunting.co.id/news/detail/1427/rumah-sunting-persembahkan-teater-‘’tesso-nilo’’-di-festival-seni-konservasi-2026</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (Sunting.co.id)&lt;/strong&gt; – Setelah fokus dengan teater terjudul Datuk Pagar dan membawa pentas keliling ke enam kabupaten/kota di tahun 2025, serta mewakili Riau di pentas teater nasional Festival Teater Sumatera (FTS) di Palembang, tahun 2026 ini Rumah Sunting kembali fokus menggarap teater. Kali ini berjudul Tesso Nilo&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tesso Nilo adalah pertunjukan yang syarat pesan konservasi dengan gajah sebagai inti garapan. Kunni Masrohanti, founder KSB Rumah Sunting adalah penulis naskah dan sutradara Tesso Nilo. Festival Seni Konservasi (FSK) sendiri dilaksanakan KSB Rumah Sunting didukung penuh Kepolisian Daerah (Polda) Riau dan dilaksanakan tanggal 11 April 2026 di Taman Tuan Kadi, Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru. Di sinilah Tesso Nilo dipersembahkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Alhamdulillah, di awal Tahun 2026 ini kami kembali mempersembahkan teater berjudul Tesso Nilo. Selain menghibur, semoga pesan konservasi yang kami sampaikan juga bisa diterima masyarakat luas. Kami juga bermimpi Teater Tesso Nilo ini juga bisa hadir di banyak kabupaten di Riau sebagai uapaya turut ambil bagian dalam upaya konservasi alam dengan jalan seni. Ya, seperti naskah Datuk Pagar yang tahun lalu kami pentaskan di enam kabupaten. Semoga ada jalan,’’ kata Kunni.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain menghibur, teater Tesso Nilo juga sebagai sumber edukasi konservasi untuk masyarakat luas. Teater ini memberi pesan pentingnya hidup damai berdampingan antara manusia dengan alam sekitar, termasuk dengan hutan dan segala isinya sebagai wujud saling menjaga dan menghargai sebagai sesame makhluk ciptaan Tuhan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Gajah sebagai hewan liar yang dilindungi secara undang undang, terus diburu. Di mana&#45;mana. Sama seperti harimau. Konflik antara gajah dana manusia juga terus terjadi. Banyak masyarakat yang jadi korban. Ada yang meninggal. Kebun masyarakat juga dirusak karena gajah kehilangan ruang hidup dan sumber makanan. Bukan soal, kok gajah aja yang diurus dijaga, tapi dengan melindungi gajah dan tidak menghabisinya, berarti melestarikan alam, menjaga keseimbangan hidup manusia dengan alam sekitar. Semua makhluk Tuhan punya hak hidup termasuk gajah. Kenyataannya, gajah terus diburu, diambil gadingnya. Ini sering terjadi di Riau. &amp;nbsp;Harimau juga begitu. Maka lahirlah karya teater Tesso Nilo ini,’’ kata Kunni lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dikatakan Kunni lebih lanjut, sebagai seniman, dirinya dan Rumah Sunting yang dipimpinnya, harus menjadi corong edukasi dan upaya penyadartahuan kepada masyarakat tentang pentingnya konservasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Seni memang tidak bisa menghentikan orang untuk berburu. Tapi seni bisa menghaluskan hati orang, menyadarkan banyak orang untuk saling menyayangi sesame makhluk hidup. Seni itu salah cara paling indah untuk memperhalus akan budi,’’ sambung Kunni lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertunjukan teater Tesso Nilo di pentas FSK mendapat apresiasi dari banyak pihak, termasuk Kapolda Riau, Walikota Pekanbaru, Kepala Balai Bahasa Riau, para pejabat, penggiat konservasi, pimpinan NGO dan para seniman budayawan Riau. Apalagi pertunjukan kali ini Kunni dan Rumah Sunting melibatkan anak&#45;anak tempatan Kampung Bandar, bahkan ada di antaranya yang menyandang disabilitas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&apos;&apos;Teater Tesso Nilo ini melibatkan belasan tim produksi. Mulai dari sutradara hingga para pemain. Syukurnya lagi, pertunjukan kali ini kami bisa melibatkan anak&#45;anak tempatan yang sebelumnya mereka juga mengikuti program Literasi Konservasi dari Rumah Sunting. Bahkan ada di antara mereka yang disabilitas,&apos;&apos; ujar Pimpinan Produksi M Ade Putra.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pertunjukan teater TessoNilo melibatkan belasan tim. Inilah tim produksi Tesso Nilo:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kunni Masrohanti (penulis naskah dan sutradara)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Muhammad Ade Putra (pimpinan produksi)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Alang Alang Khalutulistiwa (penata artistik)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Taufik YP (penata musik)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rima Fitrah (penata gerak)&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Vina (penata kostum)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para pemain:&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wulandari&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Alifah Salsabilah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ridwan Habib&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rima Fitrah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Resna Anita&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sabrina&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dimas Anugerah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Abel&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Arfa&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aleeya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nurul&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Amel&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Arif&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://sunting.co.id/assets//berita/original/5310855318-whatsapp_image_2026-05-11_at_09.jpeg"/><pubDate>Mon, 13 Apr 2026 09:49:58 +0700</pubDate><guid>https://sunting.co.id/news/detail/1427/rumah-sunting-persembahkan-teater-‘’tesso-nilo’’-di-festival-seni-konservasi-2026</guid></item><item><title>Perkuat Bidang dan Komunikasi Digital, FIKOM dan IKA FIKOM UIR Sukses Selenggarakan Pelatihan AI</title><link>https://sunting.co.id/news/detail/1426/perkuat-bidang-dan-komunikasi-digital-fikom-dan-ika-fikom-uir-sukses-selenggarakan-pelatihan-ai</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (Sunting.co.id) &lt;/strong&gt;– Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) FIKOM UIR dan Ikatan Keluarga Alumni (IKA FIKOM UIR) sukses menyelenggarakan pelatihan AI. Kegiatan ini ditujukan untuk mempersiapkan lulusan menghadapi masa depan dunia kerja, Kamis(7/5/2026) di ruang aula FIKOM UIR.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dekan FIKOM UIR Dr. Eko Hero, M.Soc, Sc dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi&#45;tingginya. Ia mengharapkan kegiatan ini kiranya dapat menambah lagi bekal alumni untuk memiliki kompetensi literasi, AI yang benar&#45;benar sejalan dengan arah FIKOM hari ini, yakni di bidang media dan komunikasi digital.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Program ini diprakarsai sekaligus dibuka oleh Dr. Dafrizal, M.Soc.Sc, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Alumni, Kerja Sama, dan Dakwah Islamiyah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Bersinergi antara FIKOM dengan IKA FIKOM UIR sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kemampuan teknis dalam literasi AI ddi tengah tuntutan dunia profesional yang berkembang pesat. Semoga memberi manfaat,’’ katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan ini secara khusus menargetkan calon wisudawan FIKOM UIR, membekali mereka dengan keterampilan praktis dan teknis terkait penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) di berbagai sektor, termasuk dunia kerja di era saat ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Acara ini dimoderatori langsung oleh Benni Handayani, M.I.Kom, yang saat ini menjabat sebagai Ketua IKA FIKOM UIR. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya literasi AI bagi lulusan dalam beradaptasi dengan transformasi industri dan mempertahankan daya saing baik di sektor industri maupun entrepreneur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pelatihan tersebut menghadirkan pembicara dari Bharabas Camp, yaitu Hanif Fajri, M.Kom, CAIM dan Aria Shabry, S.Kom, yang menyampaikan sesi interaktif tentang implementasi praktis teknologi AI dan alat digital yang relevan dengan angkatan kerja saat ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Program pelatihan AI di bawah Bharabas Camp merupakan bagian dari inisiatif yang lebih luas yang didukung oleh ASEAN Foundation bekerja sama dengan Google.org. Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan pemahaman publik mengenai penggunaan Kecerdasan Buatan yang bertanggung jawab dan efektif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Dr Dafrizal, M.Soc.Sc, program ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan pengayaan akademis, tetapi juga sebagai platform strategis bagi alumni untuk memperoleh keterampilan sehingga alumni kami memiliki nilai tambah dan dapat beradaptasi dengan cepat di dunia kerja yang sebentar lagi akan mereka geluti.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pelatihan ini juga menawarkan manfaat jangka panjang bagi peserta. Alumni yang berhasil menyelesaikan sesi pelatihan daring tingkat lanjut dengan total 12 jam akan menerima sertifikat literasi AI resmi yang tentu akan menambah portofolio bagi pengembangan profesional dan kesiapan karir mereka di lanskap pekerjaan digital yang semakin berkembang.(*)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://sunting.co.id/assets//berita/original/70581170461-whatsapp_image_2026-05-08_at_22.jpeg"/><pubDate>Thu, 07 May 2026 17:00:00 +0700</pubDate><guid>https://sunting.co.id/news/detail/1426/perkuat-bidang-dan-komunikasi-digital-fikom-dan-ika-fikom-uir-sukses-selenggarakan-pelatihan-ai</guid></item><item><title>Defri Gunawan Terpilih Sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni FIKOM UIR 2026&#45;2031</title><link>https://sunting.co.id/news/detail/1425/defri-gunawan-terpilih-sebagai-ketua-umum-ikatan-keluarga-alumni-fikom-uir-20262031</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (Sunting.co.id)&lt;/strong&gt; &#45; Defri Gunawan, S.I.Kom terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni FIKOM UIR Periode 2026– 2031 dalam Musyawarah Besar Ikatan Keluarganya Alumni Fakuktas Ilmu Komunikasi UIR di Aula Fakultas Ilmu Komunikasi UIR, Pekanbaru, Kamis (7/5).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan Pembukaan Musyawarah Besar IKA FIKOM UIR dihadiri oleh Ketua Umum DPP IKA UIR, Dr. Ragil Ibnu Hajar, S.H., M.Kn serta Sekretaris Jenderal DPP IKA UIR, Marhendri, S.T dan juga James Bond, M.IP selalu pengurus DPP IKA UIR&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam sambutannya, Ketua DPP IKA UIR Dr. Ragil Ibnu Hajar, S.H., M.Kn menyampaikan harapan&#45;harapannya. “Berharap ke depannya IKA FIKOM UIR bisa menjadi wadah untuk Alumni FIKOM UIR bertukar gagasan dan fikiran dan tentunya melaksanakan program&#45;program yang bermanfaat.” Jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Defri, panggilan akrabnya menyampaikan ungkapan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. “Terimakasih atas amanah yang telah dipercayakan kepadan kami sebagai ketua IKA Fakultas Ilmu Komunikasi UIR. Ini akan menjadi tanggungjawab yang berat bagi kami,’’ katanya pula&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Defri berharap agar semua keluarga besar FIKOM UIR tetap menjaga kekompakan antar sesama alumni dan menjaga nama baik Fakultas Ilmu Komunikasi dan Universitas Islam Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Tentunya saya ucapkan terimakasih juga kepada Ketua IKA FIKOM UIR periode lalu saudara Benni Handayani, M.I.Kom atas dedikasi dan pengabadiannya,”tambah Defri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi UIR, Dr. Eko Hero, M.Soc, Sc mengapresiasi atas terpilihnya Ketua IKA FIKOM UIR yang baru&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Selamat atas terpilihnya ketua umum IKA Fakultas Ilmu Komunikasi UIR yang baru yaitu saudara Defri Gunawan, S.I.Kom, Harapan ke depannya agar IKA FIKOM ini dapat berkerjasama dengan seluruh civitas akademika terkhusus dengan Wakil Dekan III, Dr. Dafrizal, M.Soc, Sc dan alumni bisa menjadikan Fikom UIR lebih bermanfaat dan bermaslahat untuk umat,” ujarnya pula.(*)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://sunting.co.id/assets//berita/original/92297522096-whatsapp_image_2026-05-08_at_16.jpeg"/><pubDate>Fri, 08 May 2026 20:00:00 +0700</pubDate><guid>https://sunting.co.id/news/detail/1425/defri-gunawan-terpilih-sebagai-ketua-umum-ikatan-keluarga-alumni-fikom-uir-20262031</guid></item><item><title>PPI Persembahkan ‘’Sebait Puisi untuk Kartini’’, Dihadiri Penyair Antar Negara</title><link>https://sunting.co.id/news/detail/1424/ppi-persembahkan-‘’sebait-puisi-untuk-kartini’’-dihadiri-penyair-antar-negara</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;color:var(&#45;&#45;WDS&#45;content&#45;external&#45;link);&quot;&gt;&lt;strong&gt;Sunting.co.id&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;)&lt;/strong&gt; – Penyair Perempuan Indonesia (PPI) menggelar kegiatan dengan judul ‘’Sebait Puisi untuk Kartini’’, Senin (21/4/2026). Kegiatan ini dilaksanakan melalui Zoom Meeting sempena peringatan Hari Kartini tahun 2026. Selain penyair yang bergabung di PPI, kegiatan ini juga terbuka untuk umum. Bahkan PPI menghadirkan penyair antar negara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemantik antar negara tersebut yakni, Sosonjan A Khan dari Brunei Darussalam, Rohaidah Yon dari Malaysia, Heti Palestina Yunani dari Indonesia, Hartinah Ahmad dari Singapura dan Karensa D dari Australia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua PPI, Kunni Masrohanti, menyebutkan, kegiatan tersebut selain sebagai upaya silaturahmi penyair antar negara, juga sebagai refleksi diri bagi para perempuan khususnya penyair perempuan dalam mengisi dan meneruskan perjuangan dan cita&#45;cita Kartini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Masing&#45;masing orang memiliki cara untuk berjuang, memiliki upaya yang berbeda untuk mengisi kemerdekaan atau melanjutkan perjuangan Kartini agar tidak sia&#45;saia, maka inilah salah satu upaya yang dilakukan PPI. ‘’Sebait Puisi untuk Kartini’’ sebagai simbol keutuhan Indonesia dalam satu nafas perjuangan Kartini yang harus terus dilanjutkan,’’ kata Kunni.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemantik, selain menyampaikan pemikiran dan gagasan&#45;gagasan tentang giat para Kartini hari ini, juga membacakan puisi. Diskusi dipandu oleh PPI Ayu Yulia Djohan. Dilanjutkan dengan pembacaan puisi oleh penyair perempuan Indonesia dari Sabang sampai Merauke sebagai pertanda akhir dari kegiatan,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para penyair perempuan yang turut membacakan puisi antara lain, Chie Setiawati (Kuningan), Hening Wicara (Riau), Retno Indarsih Soerono (Bekasi), Resti Nurfaidah (Bandung), Mintarsih (Lampung), Jauza Imani (Lampung), Sriningsih Hutomo (Kaltim), Dewi Ningsih (Riau), Rissa Churria (Bekasi), Ule Ceni (Sumbawa), Zuliana Ibrahim (Aceh), Darmawati Mustaqim (Sulsel) dan Devie Matahari (Aceh). (*)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://sunting.co.id/assets//berita/original/76021515811-whatsapp_image_2026-04-21_at_21.jpeg"/><pubDate>Tue, 21 Apr 2026 14:45:24 +0700</pubDate><guid>https://sunting.co.id/news/detail/1424/ppi-persembahkan-‘’sebait-puisi-untuk-kartini’’-dihadiri-penyair-antar-negara</guid></item><item><title>Akhmad Munir Soroti Pentingnya Keadilan Informasi bagi Masyarakat Adat di Rakernas AJMAN</title><link>https://sunting.co.id/news/detail/1423/akhmad-munir-soroti-pentingnya-keadilan-informasi-bagi-masyarakat-adat-di-rakernas-ajman</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;BOGOR (Sunting.co.id) &lt;/strong&gt;— Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, menekankan pentingnya membangun ekosistem informasi yang lebih adil dan inklusif bagi masyarakat adat di Indonesia. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Asosiasi Jurnalis Masyarakat Adat Nusantara (AJMAN) yang berlangsung di Imah Gede, Lembur Nusantara, Kota Bogor, Jawa Barat, pada 29–30 April 2026.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam paparannya bertajuk “Jurnalisme Masyarakat Adat: Dari Representasi Menuju Kedaulatan Informasi di Era Platform Digital,” Akhmad Munir menjelaskan bahwa tantangan utama bukan hanya minimnya pemberitaan tentang masyarakat adat, tetapi adanya ketimpangan kuasa dalam proses produksi pengetahuan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, selama ini media arus utama masih kerap menempatkan masyarakat adat sebagai objek pemberitaan, bukan sebagai subjek yang menyampaikan cerita dan realitasnya sendiri. Hal ini berdampak pada munculnya informasi yang tidak utuh, bahkan cenderung menyederhanakan kompleksitas kehidupan masyarakat adat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Selama ini, persoalan utama bukan sekadar minimnya pemberitaan tentang masyarakat adat, tetapi ketimpangan kuasa dalam produksi pengetahuan,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menambahkan bahwa di era transformasi digital, persoalan tersebut tidak serta&#45;merta hilang. Justru, dinamika baru muncul karena ruang digital bekerja berdasarkan logika platform yang digerakkan oleh algoritma, tingkat keterlibatan (engagement), dan ekonomi perhatian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ruang digital bukan ruang netral, melainkan ruang yang dikendalikan oleh logika platform. Ini membuat tantangan jurnalisme masyarakat adat menjadi semakin kompleks,” jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akhmad Munir kemudian menegaskan pentingnya memahami kedaulatan informasi secara lebih utuh, tidak hanya sebatas akses atau produksi informasi semata.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kedaulatan informasi adalah hak kolektif masyarakat adat untuk menentukan bagaimana informasi diproduksi, disebarkan, dan dimaknai sesuai nilai dan kepentingan mereka sendiri. Ini tidak cukup dimaknai sebagai kemampuan mengakses atau memproduksi informasi saja,” paparnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menjelaskan bahwa kedaulatan informasi mencakup tiga lapis utama. Pertama, kedaulatan produksi, yakni siapa yang membuat cerita dan dari perspektif siapa cerita itu disampaikan. Dalam hal ini, masyarakat adat harus menjadi produsen narasi yang berpijak pada pengalaman dan pengetahuan mereka sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kedua, kedaulatan distribusi, yaitu sejauh mana konten yang dihasilkan komunitas dapat menjangkau publik yang lebih luas. Ketiga, kedaulatan makna atau interpretasi, yakni siapa yang menentukan makna dari sebuah peristiwa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tanpa ketiganya, masyarakat adat tetap berada dalam posisi subordinat, meskipun aktif di media digital. Cerita akan tetap dibuat oleh pihak luar dengan perspektif dan kepentingan mereka,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam penutupnya, Akhmad Munir mengajak semua pihak untuk melakukan reposisi cara pandang terhadap masyarakat adat dalam lanskap media dan informasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kita perlu menggeser cara pandang: dari masyarakat adat sebagai objek liputan menjadi subjek produksi pengetahuan. Dari sekadar akses informasi menuju kedaulatan informasi, dari partisipasi digital menjadi penguasaan ruang digital,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menegaskan bahwa jurnalisme masyarakat adat bukan sekadar praktik komunikasi, melainkan bagian dari perjuangan yang lebih luas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Jurnalisme masyarakat adat adalah bagian dari perjuangan mempertahankan ruang hidup, identitas, dan masa depan komunitas. Informasi adalah kekuatan. Kedaulatan informasi adalah masa depan. Biarkan narasi tumbuh dari tanah mereka sendiri,” pungkas Akhmad Munir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rakernas I AJMAN menjadi ruang strategis untuk memperkuat posisi jurnalis masyarakat adat dalam lanskap media nasional, sekaligus mendorong transformasi menuju kedaulatan informasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Kementerian Komunikasi dan Digital Molly Prabawaty, Sekjen AMAN Rukka Sombolinggi, Ketua Umum AJI Nany Afrida, wartawan senior Kompas Ahmad Arif, serta perwakilan jurnalis masyarakat adat Nees Makuba.&lt;strong&gt;(rls/*)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://sunting.co.id/assets//berita/original/67692817457-whatsapp_image_2026-04-29_at_15.jpeg"/><pubDate>Wed, 29 Apr 2026 16:00:00 +0700</pubDate><guid>https://sunting.co.id/news/detail/1423/akhmad-munir-soroti-pentingnya-keadilan-informasi-bagi-masyarakat-adat-di-rakernas-ajman</guid></item><item><title>Beginilah Kondisi Gajah&#45;Gajah di Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo</title><link>https://sunting.co.id/news/detail/1422/beginilah-kondisi-gajahgajah-di-flying-squad-taman-nasional-tesso-nilo</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PELALAWAN (&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;color:var(&#45;&#45;WDS&#45;content&#45;external&#45;link);&quot;&gt;&lt;strong&gt;Sunting.co.id&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;)&lt;/strong&gt; – &lt;i&gt;Flying Squad &lt;/i&gt;Taman Nasional (TN) Tesso Nilo merupakan pusat berkumpulnya gajah&#45;gajah terlatih beserta pawang&#45;pawangnya &lt;i&gt;(mahout).&lt;/i&gt; Lokasi ini berada di SPTN Wilayah I, Resort Air Hitam/Bagan Limau, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Sesuai pantauan &lt;span style=&quot;color:var(&#45;&#45;WDS&#45;content&#45;external&#45;link);&quot;&gt;&lt;i&gt;Sunting.co.id&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;, Selasa (17/3/2026), saat ini ada 7 gajah yang menghuni tempat tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gajah&#45;gajah tersebut terlihat dijaga dan dirawat oleh &lt;i&gt;mahout&#45;mahout&lt;/i&gt; yang sudah terlatih pula. Sejak awal tempat ini memang difungsikan untuk gajah&#45;gajah patroli sebagai upaya pencegahan konflik satwa, terutama menggiring gajah liar yang keluar dari kawasan hutan TN Tesso Nilo agar kembali masuk ke dalam hutan. Ada 7 gajah yang menghuni tempat ini sekarang. Gajah&#45;gajah itu bernama Indro, Lisa, Ria, Imbo, Tesso, Harmoni dan Domang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebelumnya ada Rahman yang kemudian ditemukan mati karena diracun dengan kondisi gading hilang sebelah. Ada Indro. Ada juga lisa dengan anak&#45;anaknya yakni Imbo, Nela, Rimbani, Riu, dan Tari. Tapi, dari 5 anak Lisa ini, hanya tinggal Imbo yang masih hidup. Selebihnya mati karena sakit. Ada juga Ria dengan anak&#45;anaknya, yakni Tesso, Harmoni, Domang dan Tino. Tapi Tino kemudian juga mati karena sakit.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Sebetulnya lumayan banyak gajah di &lt;i&gt;Flying Squad &lt;/i&gt;ini, tapi kemudian banyak yang mati. Terutama anak Lisa. Sering melahirkan tapi anaknya yang hidup hanya satu, Imbo,’’ kata Erwin Daulay, &lt;i&gt;mahout&lt;/i&gt; senior di &lt;i&gt;Flying Squad&lt;/i&gt; tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tujuh gajah tersebut saat ini dijaga oleh 13 &lt;i&gt;mahout&lt;/i&gt; dan 1 dokter hewan. Mereka menjalankan tugasnya masing&#45;masing. Mulai menjaga gajah, memandikan, memberi makan dan mendampingi pengunjung bertemu gajah saat ada pengunjung yang berwisata ke sana.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Flying Squad &lt;/i&gt;bukan hanya tempat yang berfungsi untuk gajah&#45;gajah patroli saja, tapi sudah menjadi tempat wisata dan edukasi konservasi gajah bagi masyarakat luas. Maka tempat ini juga disebut dengan &lt;i&gt;Camp Flying Squag&lt;/i&gt;. Di sini, wisatawan dapat berinteraksi langsung dengan gajah jinak, ikut memandikan gajah di sungai, memberi makan, dan mempelajari peran gajah dalam ekosistem.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengunjung juga bisa mendapatkan edukasi tentang hutan di sekitar &lt;i&gt;Flying Squad &lt;/i&gt;Tesso Nilo. Mulai dari mengenali jenis&#45;jenis pephonan menggunakan sistem bar&lt;i&gt;code&lt;/i&gt; yang dipasang di pepohonan, mengenali jenis&#45;jenis hewan dan banyak hal yang berkaitan dengan hutan.(*)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Nama&#45;Nama Gajah di TN Tesso Nilo:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Indro (48)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. Lisa (45)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3. Imbo (Anaknya Lisa, 15)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;4. Ria (55)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;5. Tesso (Anak Ria, 18)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;6. Harmoni (Anak Ria, 8)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;7. Domang (Anak Ria, 4)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Nama&#45;Nama &lt;/strong&gt;&lt;i&gt;&lt;strong&gt;Mahout&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt;&lt;strong&gt; di TN Tesso Nilo:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Erwin Daulay&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. Junjung Daulay&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3. Tengku Asril&lt;/p&gt;&lt;p&gt;4. Eko Pramuji&lt;/p&gt;&lt;p&gt;5. Rozi Nurbit&lt;/p&gt;&lt;p&gt;6. Bagus Prayudi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;7. Herianto Saragih&lt;/p&gt;&lt;p&gt;8. Pikri Pohan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;9. Zuhri&lt;/p&gt;&lt;p&gt;10. Saritua Marbun&lt;/p&gt;&lt;p&gt;11. Kus Indra Permana.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;12. Windekomar&lt;/p&gt;&lt;p&gt;13. Safira&lt;/p&gt;&lt;p&gt;14. Teguh Iman Notonegoro (drh)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://sunting.co.id/assets//berita/original/68133924272-whatsapp_image_2026-03-18_at_20.jpeg"/><pubDate>Tue, 17 Mar 2026 17:00:00 +0700</pubDate><guid>https://sunting.co.id/news/detail/1422/beginilah-kondisi-gajahgajah-di-flying-squad-taman-nasional-tesso-nilo</guid></item><item><title>Sumatera Kehilangan 21 Kantong Gajah, Menhut Sebut Inpres Sebagai Solusi</title><link>https://sunting.co.id/news/detail/1421/sumatera-kehilangan-21-kantong-gajah-menhut-sebut-inpres-sebagai-solusi</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PELALAWAN (&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;color:var(&#45;&#45;WDS&#45;content&#45;external&#45;link);&quot;&gt;&lt;strong&gt;Sunting.co.id&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;) &lt;/strong&gt;– Menteri Kehutanan (Menhut) RI Raja Juli Antoni M.A, Ph.D, menyebutkan, Sumatera kehilangan 21 kantong gajah. Dari 42 kantong gajah hanya tinggal 21 yang tersisa. Hal ini disampaikan Menhut di depan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Heriyadi S.E atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo, dan segenap Forkopimda saat berkunjung ke Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Selasa (17/3/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada kesempatan itu, Raja Juli juga menyinggung Instruksi Presiden (Inpres) tentang Penyelamatan Populasi dan Habitat Gajah Sumatera dan Gajah Borneo yang menjadi tonggak penting dalam upaya konservasi gajah Sumatera.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Dulu ada 42 kantong gajah di Sumatera, sekarang tinggal 21 kantong. Sebagaimana telah Saya sampaikan tentang Inpres Penyelamatan Populasi dan Habitat Gajah Sumatera dan Gajah Borneo. Inpres ini mewajibkan kami berkerja keras untuk merekoneksi antar kantong dengan menggunakan area reservasi baik HGU yang ditanami sawit atau HTI atau hak lainnya. Fregmentasi di dalam kantong juga akan dikoneksikan sehingga akan baik bagi gajah sebagai salah satu satwa yang terancam punah,’’ tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Raja Juli juga mengakui bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan PKH untuk mewujudkan rehabilitasi di kawasan TNTN tersebut. PKH sendiri telah berkerja melakukan penertiban di TNTN sejak beberapa bulan lalu sehingga saat ini sudah ada 1000 hektare lahan yang ditumbangkan sawit&#45;sawitnya, dan 411 KK sudah dikeluarkan dari kawasan secara damai.(*)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://sunting.co.id/assets//berita/original/89025538162-whatsapp_image_2026-03-18_at_12.jpeg"/><pubDate>Wed, 18 Mar 2026 09:30:00 +0700</pubDate><guid>https://sunting.co.id/news/detail/1421/sumatera-kehilangan-21-kantong-gajah-menhut-sebut-inpres-sebagai-solusi</guid></item><item><title>Ketua Komisi IV DPR RI, Kapolri dan Menhut Kunjungi TNTN, Minta Semua Pihak Dukung Upaya Rehabilitasi</title><link>https://sunting.co.id/news/detail/1420/ketua-komisi-iv-dpr-ri-kapolri-dan-menhut-kunjungi-tntn-minta-semua-pihak-dukung-upaya-rehabilitasi</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PELALAWAN (&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;color:var(&#45;&#45;WDS&#45;content&#45;external&#45;link);&quot;&gt;&lt;strong&gt;Sunting.co.id&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;)&lt;/strong&gt; – Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Heriyadi S.E atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, mengunjungi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), tepatnya di Flying Squad, Kabupaten Pelalawan, Selasa (17/3/2026). Titiek hadir Bersama Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni M.A, Ph.D dan segenap Forkopimda Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Titiek hadir bersama rombongan menggunakan tiga helikopter sekaligus dan mendarat di helipad yang ada di TNTN sekitar pukul 14.55 WIB. Titiek langsung disambut oleh Kepala Balai TNTN Heru Sukmantoro S.Hut, M.M dan tim lainnya. Di aula berukuran sedang, Heru memaparkan kondisi TNTN saat ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Selamat Datang Ketua Komisi IV DPR RI, Kapolri, Menhut beserta rombongan di TNTN. Kondisi TNTN saat ini perlu perhatian kita bersama. Terimakasih sudah berkunjung ke TNTN dan ini menjadi semangat bagi kita bersama,’’ kata Heru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Usai mendengarkan paparan Kepala Balai TNTN, Titik dan rombongan disambut oleh Gajah Ria dengan pengalungan bunga. Dilanjutkan dengan melihat lebih dekat 7 ekor gajah. Di sini, Titiek, Kapolri, Menhut dan rombongan memberi makan gajah. Suasana karib dan riang terlihat jelas saat itu. Usai foto bersama gajah&#45;gajah, rombongan menuju ke Lokasi penanaman pohon yang ada di sebelah luar gapura kedatangan TNTN.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Usai penanaman, rombongan menuju gerbang masuk TNTN. Di sini, Titiek, Kapolri dan Menhut menyampaikan keterangan kepada wartawan tentang tujuan, harapan dan apa yang mereka dapatkan usai melakukan kunjungan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Kondisi gajah Sumatera saat ini sudah mendekati kepunahan. Karena kepedulian yang tinggi dari Presiden Prabowo, maka TNTN harus dikembalikan kepada fungsinya sebagai taman nasional terutama untuk habitat gajah yang harus dilindungi. Ini perlu dukungan kita bersama. TNTN ini luasnya 81.000 hektare, sedangkan petugas hanya 23 orang. Bagaimana bisa melakukan pengawasan. Mungkin bisa minta bantuan Kapolri melalui Kapolda untuk pelestarian taman nasional ini,’’ kata Titiek.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada kesempatan itu, Titiek juga menyampaikan Instruksi Presiden (Inpres) tentang Penyelamatan Populasi dan Habitat Gajah Sumatera dan Gajah Borneo sebagai wujud kepedualian terhadap gajah sebagai hewan yang dilindungi. Bahkan Presiden menyerahkan 90.000 ha lahan di Aceh untuk dijadikan kawasan konservasi gajah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo menyambut baik harapan Ketua Komisi IV DPR RI dengan akan terus berkerja keras melakukan perlindungan terhadap gajah. Salah satunya dengan mengungkap kasus pembunuhan gajah beberapa waktu lalu yang telah diungkap tuntas oleh Kapolda Riau dan timnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Terimakasih Kapolda yang beberapa waktu lalu telah melakukan penegakan hukum terhadap pembunuhan salah satu populasi gajah. Kasus ini sudah diusut tuntas. Saya ucapkan apresiasi dan tolong lakukan tindakan tegas sehingga populasi yang tinggal sedikit ini bisa berkembang dengan baik,’’ harapnya pula.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Menhut Raja Juli Antoni menyebutkan bahwa Komisi IV DPR RI merupakan patner untuk mewujudkan rehabilitasi TNTN. Begitu juga dengan Kapolri yang telah memberikan sinyal untuk terus berkerjasama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Persoalan TNTN bukan persoalan kemarin sore, minggu lalu, tahun lalu, tapi sudah menahun. Di bawah kepemimpinan Presdien Prabowo mulai dilakukan penertiban TNTN. Kami sudah menebang sawit illegal 1000 hektar, mengeluarkan 411 KK dari Kawasan TNTN yang dilakukan secara damai. Sekitar 4000 KK juga menyatakan bersedia keluar dari TNTN. Dengan dukungan semua pihak, TNTN akan kembali fungsinya sebagai rumah habitat gajah yang dilindungi,’’ kata Raja Juli.(*)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://sunting.co.id/assets//berita/original/59934349904-whatsapp_image_2026-03-18_at_12.jpeg"/><pubDate>Wed, 18 Mar 2026 09:00:00 +0700</pubDate><guid>https://sunting.co.id/news/detail/1420/ketua-komisi-iv-dpr-ri-kapolri-dan-menhut-kunjungi-tntn-minta-semua-pihak-dukung-upaya-rehabilitasi</guid></item><item><title>Semarakkan Ramadan, Rumah Sunting Laksanakan Tadarus Puisi, Santuni Anak Yatim dan Berbuka Bersama</title><link>https://sunting.co.id/news/detail/1419/semarakkan-ramadan-rumah-sunting-laksanakan-tadarus-puisi-santuni-anak-yatim-dan-berbuka-bersama</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;color:var(&#45;&#45;WDS&#45;content&#45;external&#45;link);&quot;&gt;&lt;strong&gt;Sunting.co.id&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;)&lt;/strong&gt; – Setiap Ramadan tiba, selalu disambut dengan suka cita. Agar Ramadan tahun ini lebih semarak, Komunitas Seni Budaya (KSB) Rumah Sunting Pekanbaru melaksanakan berbagai kegiatan, Jumat (6/3/2026). Ada Tadarus Puisi yang dirangkaikan dengan kegiatan Santunan Anak Yatim dan Berbuka Bersama. Semua kegiatan ini dibungkus dalam satu tema, &apos;Petuah, Kata dan Cinta&apos;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beskem Rumah Sunting yang terletak di Jalan Tigasari, Tangkerang Selatan, Bukitraya, Kota Pekanbaru ini pun berubah ramai. Apalagi kegiatan sudah terlebih dulu diawali dengan Nongkah (Nongkrong Bertuah), yakni &lt;i&gt;poadcast&lt;/i&gt;nya ala Rumah Sunting sejak pukul 14.00 WIB.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hadir Tadarus Puisi, Santunan Anak Yatim dan Berbuka Bersama ini keluarga anak yatim dari keluarga seniman dan pegiat seni di Riau. Hadir juga para donatur, di antaranya, Kepala Balai Bahasa Riau Umi Kalsum S.S, M.Hum, Walhi Riau dan Dr Bambang Kariyawan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hadir pula para peserta Literasi Konservasi Kampung Bandar, peserta Literasi Konservasi Tangkerang Selatan, peserta Literasi Konservasi Malako Kociak Rimbang Baling, Koordinator LPE Riau Muhammad Aprianda, Muhammad Asqalani EnEste, Mulyati Umar, tokoh masyarakat setempat dan keluarga besar Rumah Sunting. Bersama anak&#45;anak dan seluruh hadirin mereka duduk bersila di teras.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Founder&lt;/i&gt; KSB Rumah Sunting, Kunni Masrohanti, menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun di Bulan Ramadan, kecuali santunan anak yatim yang baru dilaksanakan tahun 2025 dan 2026.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’&lt;i&gt;Alhamdulillah&lt;/i&gt;, kami bisa melaksanakan kegiatan ini setiap tahun. Khusus santunan anak yatim dari keluarga seniman dan pegiat seni, ini tahun kedua. Kami sangat berterimakasih kepada para donatur dan membuka hatinya untuk bersama&#45;sama berbagi kebahagiaan dengan anak&#45;anak yatim ini. Mereka juga anak&#45;anak kita. Tanpa donatur, sulit bagi kami untuk melaksanakan ini. Semoga kami bersama para donator bisa melaksanakan ini kembali di tahun&#45;tahun berikutnya. Sungguh, kami hanya sebagai penggerak dan pembuka jalan,. Terimakasih semuanya,’’ kata Kunni.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala Balai Bahasa Riau, Umi Kulsum, S.S, M.Hum, yang juga salah satu donatur mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Rumah Sunting tersebut. Ia berharap kegiatan ini akan terus dilaksanakan karena sebagai upaya dalam ikut serta memajukan keasastraan dan memperluas dampak khususnya bagi generasi penerus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Kami sangat bangga karena kegiatan berangkai&#45;rangkai. Ada Nongkah yang sebelumnya Saya juga hadir sebagai pembicara, lanjut Tadaraus Puisi, Santunan Anak Yatim dan Berbuka Bersama. Rumah Sunting menjalankan caranya sendiri untuk menyebarkan dampak sastra dengan lebih luas kepada orang lain, terutama anak&#45;anak. Ada juga anak&#45;anak dari kegiatan Literasi Konservasi dan hampir semua membaca puisi dalan Tadarus Puisi ini. Mari bergerak terus dan terus berkolaborasi,’’ kata Umi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tua Muda Membaca Puisi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tadarus Puisi merupakan program tahunan Rumah Sunting sejak tahun 2015. Kata Kunni, setiap tahun Rumah Sunting melaksanakan kegiatan ini. Tidak hanya di Beskem Rumah Sunting, tapi juga di kampus dan di kampung, kampung bahkan kerap kali dilaksanakan di ruang terbuka seperi di Danau PLTA, Tepian Sungai Subayang, Danau Tanjung Putus Buluhcina, dan masih banyak lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sore itu, Tadarus Puisi dan kegiatan lainnya dilaksanakan di teras Beskem Rumah Sunting. Sederhana saja. Mereka duduk melantai dengan panggung kosong hanya berlatar belakang spanduk ukuran 2x2 meter, pembacaan puisi dilaksanakan secara bergantian. Tua muda, semuanya membaca puisi. Ada Muhammad Asqalani EnEste, Dr Bambang Kariyawan, Ahlul Fadli Walhi Riau, Kepala Balai Bahasa Riau, bahkan anak&#45;anak yang hadir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Penerima Santunan dan Donatur&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rumah Sunting berhasil mengumpulkan 18 nama anak&#45;anak yatim dari keluarga seniman dan pegiat seni. Selain di Pekanbaru sebagiannya dari Kabupaten Kampar. Selain uang tunai, mereka juga menerima bingkisan. Dari 18 anak yatim ini, di antaranya ada yang tidak bisa hadir karena berhalangan dan ada yang dating sesudah magrib. Bagi yang tidak hadir, Rumah Sunting akan segera mengirimkan titipan dari para donatur itu sesegara mungkin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anak&#45;anak tersebut yakni, ada anak dari almarhum Adepura Indra, seniman teater Riau asal Inhu. Mereka adalah, Prakacita Adwitiya, Al Qusnah dan Khalid Biru Fatindra. Ada Abidah Binti almarhum Sunardi atau Edy koreografer founder Sanggar Sri Melayu (berhalangan hadir), Joe Arkin Bin almarhum Rorry Hendra Saidina atau Itoy pemusik (berhalangan hadir). Ada anak&#45;anak dari almarhum Kasmono, seniman teater (Kampar Kiri). Mereka yakni, Zizi, Geo dan Altaf Ada Ardiansyah Nur Bin Ardesnur, Qiara Nur Hafiza Binti almarhum Ardesnur, Nopal dan Ripal Bin almarhum Burhan (Kampar), serta Vina dan Radit yang juga berhalangan hadir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&apos;&apos;Mereka juga anak&#45;anak kita. Sekali lagi terimakasih para donatur yang berhati mulia. Semoga anak&#45;anak ini menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, rajin belajar dan menuntut ilmu, mengabdi bagi bangsa dan negara serta cinta tanah kelahirannya,&apos;&apos; kata Kunni yang akrab disapa Mak Kunni saat menyampaikan sambutan dengan suara parau, terbata&#45;bata dan sesekali terdengar suara isaknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suasana seketika menjadi hening. Tidak ada yang berbiacara. Semua menundukkan kepala. Tenang, &amp;nbsp;Hanya suara Mak Kunni yang terdengar. Panggung yang semula riuh oleh puisi dan cerita itu, menjadi hening.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&apos;Adapun donatur yang turut berbagi santunan ini yakni, Boy Even Sembiring, Eko Yunanda, Dewi Fianna Sari, Umi Kulsum S.S, M.Hum dan Balai Bahasa Provinsi Riau, Bambang Kariyawan, Supriyadi, Indra SE MBA, Nofrita Delly dan Walhi Riau. Santunan diserahkan oleh Kepala Balai Bahasa Riau didampingi Kunni Masrohanti. Rangkaian kegiatan diakahiri dengan foto dan &amp;nbsp;Berbuka Bersama. (*)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://sunting.co.id/assets//berita/original/2537062937-whatsapp_image_2026-03-07_at_21.jpeg"/><pubDate>Sat, 07 Mar 2026 12:00:00 +0700</pubDate><guid>https://sunting.co.id/news/detail/1419/semarakkan-ramadan-rumah-sunting-laksanakan-tadarus-puisi-santuni-anak-yatim-dan-berbuka-bersama</guid></item><item><title>Kunjungi Rumah Sunting, Ketua Komisi III DPR RI Berharap Komunitas Terus Bergerak untuk Maysrakat</title><link>https://sunting.co.id/news/detail/1418/kunjungi-rumah-sunting-ketua-komisi-iii-dpr-ri-berharap-komunitas-terus-bergerak-untuk-maysrakat</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;color:var(&#45;&#45;WDS&#45;content&#45;external&#45;link);&quot;&gt;&lt;strong&gt;Sunting.co.id&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;) &lt;/strong&gt;– Ketua Komisi III DPR RI yang juga politikus Indonesia dari Partai Nasdem, Willy Aditya, mengunjungi Beskem Komunitas Seni Budaya (KSB) Rumah Sunting, Senin pagi (2/3/2026) di Jalan Tigasari, Tangkerang Selatan, Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Willy yang juga Ketua DPW Partai Nasdem Riau itu didampingi pengurus DPW Dedi Harianto Lubis, anggota DPRD Kampar Firdaus SE dan beberapa lainnya. Willy dan rombongan disambut &lt;i&gt;Founder &lt;/i&gt;Rumah Sunting Kunni Masrohanti dan pengurus, Ketua RW setempat yang juga Ketua Forum RT/RW Tangkerang Selatan Bero S, pimpinan komunitas Teratak Literasi yang juga Komisioner KPU Riau Nugroho Noto Susanto, Wakil Laskar Penggiat Ekowisata (LPE) Riau Yanda Rahmanto, dan beberapa lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak ada pembicaraan khusus atas kedatangan Willy pagi itu. Kedatangannya ke Rumah Sunting untuk bersilaturahmi mengingat komunitas ini sebagai salah satu komunitas seni dan budaya di Riau yang terlibat aktif dan turut berkontribusi dalam iven&#45;iven kebudayaan yang dilaksanakan DPW Partai Nasdem selama ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Begitu masuk ke Beskem Rumah Sunting, Willy langsung melihat kerajinan tangan karya masyarakat Kampar Kiri Hulu tepatnya desa&#45;desa yang menjadi dampingan Rumah Sunting dalam Kegiatan Literasi Konservasi dan Literasi Seni Budaya sebelumnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Wah, karya&#45;karya masyarakat ini harus terus diapresiasi. Poles sedikit, ini bisa dibawa ke pameran&#45;pemeran,’’ kata Willy&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Beberapa kali pameran dan bazar kami ikut, cuma ya, susah menjualnya karena memang masyarakat harus dilatih dengan baik lagi. Mereka sudah mau berkarya, &lt;i&gt;alhamdulillah&lt;/i&gt;. Tinggal penghalusan dan pelatihan. Semoga ke depan kami bisa memfasilitasi,’’ kata Kunni.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dialog dan perbincangan pun semakin terbuka, termasuk dengan tokoh masyarakat setempat. Willy terlihat begitu akrab dan ramah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Terus bergerak bersama masyarakat. Perbanyak ruang&#45;ruang kebudayaan, ruang ekspresi dan hidupkan seni budaya bersama masyarakat,’’ pesan Willy.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada kesempatan itu, Kunni juga menyampaikan berbagai kegiatan yang dilaksanakan Rumah Sunting dan masyarakat di sekitar beskem, termasuk mimpi Rumah Sunting bersama masyarakat yang berniat memural tembok di sepanjang gang di samping beskem Rumah Sunting. Hal itu langsung direspon Willy. Bahkan ia meninjau langsung tembok dan gang yang dimaksud. Ia juga meninjau kebun sebelah gang yang dikelola masyarakat setempat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Dua tahun terakhir, DPW Parrtai Nasdem Riau menyelenggarakan iven kebudayaan seperti lomba ataupun panggung kebudayaan yang mereka beri nama Panggung Restorasi. Sebagai orang yang bergiat di bidang seni dan budaya, Saya sangat bangga. Kita harus bangga, karena sangat jarang ada partai politik yang melaksanakan iven kebudayaan, membuat panggung pertunjukan, menghadirkan para seniman lintas suku dalam satu panggung, setiap minggu, berturut&#45;turut. Pelaksanaanya sesudah Pilkada lagi,’’ kata Kunni.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kunni juga menegaskan apa yang dilakukan DPW Partai Nasdem itu sebagai upaya turut ambil bagian dalam upaya pemajuan kebudayaan di Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Bahkan setahu Saya hanya Nasdem yang melaksanakan panggung kebudayaan tersebut. Ini harus dilanjutkan karena bukan hanya bentuk apresiasi partai kepada seniman dan budayaan dengan karya&#45;karyanya tapi turut membuka dan memperbanyak ruang ekspresi kebudayaan serta turut ambil bagian dalam upaya pelestarian, pengembangan, pemdokumentasian dan pemajuan kebudayaan di Riau dan Indonesia,’’ kata Kunni.(*)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://sunting.co.id/assets//berita/original/37107306222-whatsapp_image_2026-03-02_at_11.jpeg"/><pubDate>Mon, 02 Mar 2026 14:00:00 +0700</pubDate><guid>https://sunting.co.id/news/detail/1418/kunjungi-rumah-sunting-ketua-komisi-iii-dpr-ri-berharap-komunitas-terus-bergerak-untuk-maysrakat</guid></item><item><title>Pererat Silaturahmi, DPW Partai Nasdem Riau Gelar Buka Bersama dan Santuni Anak Yatim</title><link>https://sunting.co.id/news/detail/1417/pererat-silaturahmi-dpw-partai-nasdem-riau-gelar-buka-bersama-dan-santuni-anak-yatim</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;color:var(&#45;&#45;WDS&#45;content&#45;external&#45;link);&quot;&gt;&lt;strong&gt;Sunting.co.id&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;) &lt;/strong&gt;– DPW Partai Nasdem Riau menggelar buka bersama dan santuni puluhan anak yatim, Sabtu (28/2/2026) di Kantor DPW Partai Nasdem di Jalan Diponegoro Pekanbaru. Kegiatan ini dihadiri segenap kader partai Nasdem Riau dan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua DPW Partai Nasdem Riau, Willy Aditya, mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan setiap Ramadan sebagai upaya mewujudkan dan meningkatkan rasa solidaritas serta silaturahmi dengan seluruh kader Partai Nasdem serta masyarakat Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’&lt;i&gt;Alhamdulillah&lt;/i&gt;, buka bersama tahun ini kita berjumpa dan berkumpul lagi sebagai jalan silaturahmi dan meningkatkan solidaritas kepada sesama. Semoga kita mampu memetik hikmah Ramadan dan keberkahannya bagi seluruh kader, masyarakat dan anak&#45;anak yatim yang juga anak&#45;anak kita,’’ ungkap Willy.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Disebutkan Willy lebih lanjut, Partai Nasdem bukan hanya partai yang hadir di tengah masyarakat saat musim Pilkada, tapi hadir untuk memberikan pelayanan serta bersama&#45;sama masyarakat membangun negeri dan bangsa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Tugas kita sebagai partai melayani masyarakat, bersama dan membersamai masyarakat. Silaturahmi seperti ini harus sering dilaksanakan,’’ sambungnya lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apa yang disampaikan Willy di podium itu disampaikannya kembali saat bertemu secara khusus dengan pimpinan paguyuban dan komunitas yang hadir di dalam ruangannya setelah berbuka puasa bersama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Jadikan kantor DPW Nasdem ini, rumah ini, seperti rumah Bapak sendiri. Datang saja ke sini. Apapun sukunya, datang saja ke sini. Kita berada di tanah yang sama. Kita sama&#45;sama merah putih. Pererat silaturahmi,’’ harap Willy.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hadir dalam buka bersama ini Gubernur Riau atau yang mewakili, Kapolda Riau atau yang mewakili dan beberapa undangan lainnya, termasuk bupati dan wakil bupati. Di antaranya Bupati Siak Dr Afni Zlkifli, Wakil Bupati Rohil Jhony Charles, Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso, Ketua DPD Partai Nasdem di Riau, dan masih banyak lainnya.(*)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://sunting.co.id/assets//berita/original/697327503-whatsapp_image_2026-02-28_at_21.jpeg"/><pubDate>Sat, 28 Feb 2026 20:00:00 +0700</pubDate><guid>https://sunting.co.id/news/detail/1417/pererat-silaturahmi-dpw-partai-nasdem-riau-gelar-buka-bersama-dan-santuni-anak-yatim</guid></item><item><title>Ramadan, Perpustakaan Soeman HS Tetap Ramai Pengunjung</title><link>https://sunting.co.id/news/detail/1416/ramadan-perpustakaan-soeman-hs-tetap-ramai-pengunjung</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;color:var(&#45;&#45;WDS&#45;content&#45;external&#45;link);&quot;&gt;&lt;strong&gt;Sunting.co.id&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;) &lt;/strong&gt;– Meski masih tergolong pagi, tapi ruang Perpustakaan Wilayah (Puswil) Soeman HS di Jalan Sudirman Kota Pekanbaru, Jumat (27/2/2026), sudah ramai pengunjung. Nampak para remaja, anak&#45;anak, bahkan orang tua lalu lalang di perpustakaan tersebut, Kata petugas, puasa tidak mengurangi pengunjung untuk datang ke perpustakaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama Ramadan, ada hal yang menarik di perpustakaan tersebut. Puswil memutar cerita para nabi sehingga disukai pengunjung, khususnya anak&#45;anak sekolah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Ramadan ini ada yang spesial di Puswil Soeman HS. Ada pemutaran cerita para nabi. Jadi lebih ramai. Anak&#45;anak sekolah juga suka datang ke Puswil,’’ kata Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Riau, Indra S.E, M.M, di kantornya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Diakui Indra, Perpustakaan Somen HS, bukan lagi hanya sebagai tempat mencari atau membaca buku, tapi menjadi tempat wisata pendidikan. Kunjungan bukan hanya dari sekolah&#45;sekolah atau kampus&#45;kampus di Pekanbaru, tapi kabupaten/kota di Riau, bahkan dari provinsi lain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Indra juga mengajak masyarakat dan komunitas untuk bersama&#45;sama meramaikan Perpustakaan Soeman HS dengan melaksanakan kegiatan&#45;kegiatan literasi termasuk menggunakan fasilitas&#45;fasilitas yang tersedia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Perpustakaan ini harus kita jaga bersama. Kita ramaikan. Kunjungi dan datang ke Perpustakaan Soeman HS. Ramaikan dengan membuat kegiatan, memanfaatkan fasilitas yang ada. Silakan, tapi kita jaga bersama keamanan dan kenyamannya,’’ katanya lagi.(*)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://sunting.co.id/assets//berita/original/52419124999-whatsapp_image_2026-02-27_at_19.jpeg"/><pubDate>Fri, 27 Feb 2026 13:30:00 +0700</pubDate><guid>https://sunting.co.id/news/detail/1416/ramadan-perpustakaan-soeman-hs-tetap-ramai-pengunjung</guid></item><item><title>Ada Bekas Jerat di Kakinya, Anak Gajah Mati Membusuk di TN Tesso Nilo</title><link>https://sunting.co.id/news/detail/1415/ada-bekas-jerat-di-kakinya-anak-gajah-mati-membusuk-di-tn-tesso-nilo</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PELALAWAN (&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;color:var(&#45;&#45;WDS&#45;content&#45;external&#45;link);&quot;&gt;&lt;strong&gt;Sunting.co.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;id)&lt;/strong&gt; – Dunia konservasi Riau kembali berduka. Setelah beberapa waktu lalu ditemukan gajah dewasa mati tanpa kepala di kawasan konsesi PT RAPP, Kamis (26/2/2026) kembali ditemukan kasus serupa. Kali ini seekor anak gajah yang mati. Lokasinya di kawasan Taman Nasional (TN) Tesso Nilo, tepatnya di Resort Lancang Kuning, Seksi PTN Wilayah I, pukul 12.00 WIB.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ditemukan anak gajah ini sudah menjadi bangkai. Di kaki bagian depannya ada luka. Luka yang terlihat sudah cukup lama. Luka itu kemudian membusuk dan menyebabkannya kehilangan daya tahan tubuh, lalu mati. Anak gajah yang sedang lincah&#45;lincahnya itu, mati direncanakan di rumahnya sendiri.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Anak gajah tersebut ditemukan dalam kondisi telah menjadi bangkai dan mengalami proses pembusukan lanjut. Berdasarkan kondisi fisik di lapangan, kematian diperkirakan telah terjadi lebih dari satu minggu sebelum ditemukan,’’ kata Heru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hasil pemeriksaan awal di lokasi, lanjut Heru, menunjukkan dugaan sementara penyebab kematian akibat infeksi pada bagian kaki yang diduga kuat berkaitan dengan jerat. Ada bekas jerat di kaki depan gajah yang kemudian menjadi luka dan membusuk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Tim Medis Balai TN Tesso Nilo segera melakukan penanganan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan mendalam untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah,’’ lanjutnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kematian gajah di kawasan Tesso Nilo bukan hanya sekali, tapi berkali&#45;kali. Hal ini membuat Heru dan seluruh tim TN Tesso Nilo lebih berkoordinasi lagi dengan berbagai pihak terkait, guna mendukung upaya perlindungan Gajah Sumatera di kawasan konservasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Peristiwa ini menjadi pengingat akan ancaman nyata yang masih dihadapi satwa liar, khususnya Gajah Sumatera di habitat alaminya. Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama&#45;sama meningkatkan kepedulian dan peran aktif dalam menjaga kelestarian satwa dilindungi,’’ ajak Heru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai upaya koordinasi dengan berbagai pihak, tidak lama setelah anak gajah itu ditemukan, Heru langsung meninjau ke lokasi bersama Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Kapolda Riau dan beberapa lainnya.(*)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://sunting.co.id/assets//berita/original/10924064891-whatsapp_image_2026-02-27_at_06.jpeg"/><pubDate>Thu, 26 Feb 2026 21:00:00 +0700</pubDate><guid>https://sunting.co.id/news/detail/1415/ada-bekas-jerat-di-kakinya-anak-gajah-mati-membusuk-di-tn-tesso-nilo</guid></item><item><title>Rumah Sunting Gelar Nongkah Seminggu Dua Kali, Usung Tema Ramadan dan Literasi</title><link>https://sunting.co.id/news/detail/1414/rumah-sunting-gelar-nongkah-seminggu-dua-kali-usung-tema-ramadan-dan-literasi</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (Sunting.co.id)&lt;/strong&gt; – NONGKAH. Begitulah nama kegiatan itu dibuat Komunitas Seni Budaya (KSB) Rumah Sunting. Nongkah adalah singkatan Nongkrong Bertuah, yakni kegiatan literasi yang berbentuk dialog dan disiarkan langsung di media sosial Rumah Sunting, &lt;i&gt;Instagram&lt;/i&gt; &lt;i&gt;@rumahsunting2012&lt;/i&gt;. Nongkah sudah dilaksanakan sejak beberapa tahun lalu. Dan setiap kali Ramadan, mereka menamakan dengan Nongkah Spesial Ramadan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tahun 2026 atau Ramadan tahun ini, Nongkah Spesial Ramadan kembali dilaksanakan, seminggu dua kali, tepatnya setiap Selasa dan Jumat pukul 14.00 WIB. Kegiatan yang dilaksanakan di Beskem KSB Rumah Sunting Jalan Tigasari Nomor 10A, Kelurahan Tangkerang Tengah, Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru ini mengusung teema besar Ramadan dan Literasi.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Banyak hal yang dibahas kupas bersama narasumber dalam Nongkah ini. Mulai dari literasi, seni, budaya, konservasi dan hal&#45;hal yang memang menjadi program Rumah Sunting atau kegiatan yang menguatkan visi misi Rumah Sunting, yakni Melestarikan Seni Budaya, Menjaga Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Nongkah ini hanya salah satu kegiatan literasi di Rumah Sunting. Bentuknya dialog atau serupa poadcast dengan narasumber, lalu ada tanya jawab. Naraumbernya bisa satu atau lebiih. Audiensnya bisa langsung hadir di lokasi, bisa juga hanya di medsos, &lt;i&gt;Intagram, Facebook &lt;/i&gt;dan lainnya. Membahas tentang satu topik secara mendalam, sehingga benar&#45;benar memahami. Intinya mengkaji sesuatu. Mengapa namanya Nongkah karena Nongkah ini Bahasa Ibu, arti lain dari cara mencari kerang di lumpur. Nongkah, jadilah Nongkrong Bertuah. Nongkrong, santai, tapi diharapkan memberi tuah karena mengkaji dengan serius. Berliterasi sambil melestarikan Bahasa Ibu,’’ beber&lt;i&gt; Founder &lt;/i&gt;KSB Rumah Sunting Kunni Masrohanti.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nongkah Spesial Ramadan menghadirkana narasumber&#45;narasumber yang pasti berkompeten di bidangnya dan berrhubungan erat dengan persoaln seni, budaya dan literasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Ayok datang ke Beskem Rumah Sunting setiap Selasa dan Jumat pukul 14.00 selama Bulan Ramadan, atau saksikan terus di Instagram &lt;i&gt;@rumahsunting2012&lt;/i&gt;,’’ ajak Kunni.(*)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://sunting.co.id/assets//berita/original/1842252100-whatsapp_image_2026-02-26_at_15.jpeg"/><pubDate>Sun, 15 Feb 2026 17:59:49 +0700</pubDate><guid>https://sunting.co.id/news/detail/1414/rumah-sunting-gelar-nongkah-seminggu-dua-kali-usung-tema-ramadan-dan-literasi</guid></item><item><title>Hadiri Nongkah di Rumah Sunting, Kepala Balai Bahasa Riau: Generasi Muda Jangan Malu Berbahasa Ibu</title><link>https://sunting.co.id/news/detail/1413/hadiri-nongkah-di-rumah-sunting-kepala-balai-bahasa-riau-generasi-muda-jangan-malu-berbahasa-ibu</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (Sunting.co.id)&lt;/strong&gt; – Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau, Umi Kulsum, S.S, M.Hum, menghadiri undangan kegiatan literasi yang diberi nama NONGKAH alias Nongkrong Bertuah, Rabu (25/2/2026). Kegiatan yang dilaksanakan di Beskem Komunitas Seni Budaya (KSB) Rumah Sunting itu, mengusung tema &apos;&apos;Upaya Merawat Bahasa Ibu&apos;&apos;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada kesempatan itu, Kepala Balai Bahasa menyampaikan banyak hal tentang upaya&#45;upaya yang telah dilakukan Balai Bahasa selama ini dalam upaya pelestarian Bahasa Ibu. Diakuinya, kondisi Bahasa Ibu secera menyeluruh di Indonesia terancam punah, hilang, bahkan mati. Tapi ia memastikan kondisi Bahasa Ibu di Riau masih relatif aman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Secara umum di Indonesia, Bahasa Ibu dalam kondisi terancam meski ada bahasa yang baru ditemukan oleh Badan Bahasa tahun lalu di Papua. Bukan Bahasa baru, tapi memang belum tercatat atau terdata sebelumnya. Meski begitu banyak Bahasa Ibu yang mulai hilang. Bahkan ada yang mati. Unesco&amp;nbsp;mencatatnya. Untuk di Riau, Bahasa Ibu juga terancam, mulai hilang meski masih relatif aman. Kita semua, terutama generasi muda, jangan malu berbahasa ibu,’’ kata Kepala Balai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mulai hilangnya Bahasa Ibu itu karena mulai berkurangnya pengguna. Makanya, Kepala Balai mengajak kepada masyarakat, khususnya generasi muda untuk terus melestarikan Bahasa ibu dengan menggunakannya dalam kegiatan sehari&#45;hari.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘’Bahasa Ibu adalah identitas bangsa kita. Mari kita lestarikan bersama. Semuanya berpartisipasi dan berperan, pemerintah, masyarakat, komunitas, semuanya ambil bagian agar kita tidak kehilangan Bahasa Ibu,’’ harap Umi Kulsum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kunni Masrohanti, pimpinan KSB Rumah Sunting yang mendampingi Kepala Balai sore itu, mengakui, masyarakat Riau khususnya generasi muda sangat bersyukur karena masih ada pihak&#45;pihak yang sangat perduli dengan Bahasa Ibu, bahkan melakukan berbagai upaya untuk pelestariannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&apos;&apos;Balai Bahasa tidak bisa sendiri melakukan upaya pelestarian. Masayarakatnya, anak&#45;anak mudanya selaku pengguna bahasa sangat menentukan apakah Bahasa Ibu bisa bertahan lebih lama lagi atau tidak. Kalau sering digunakan, dia akan lestari. Tapi kalau sudah tidak digunakan, berarti akan punah. Bahasa tergantung kepada penggunanya. Kita harus bersyukur karena masih ada pihak yang sangat perduli dengan Bahasa Ibu ini. Kita harus berkolaborasi, berpartisipasi, harus berperan lebih lagi agar kita tidak kehilangan Bahasa Ibu,&apos;&apos; kata Kunni.(*)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://sunting.co.id/assets//berita/original/56087445111-whatsapp_image_2026-02-25_at_20.jpeg"/><pubDate>Thu, 26 Feb 2026 14:09:19 +0700</pubDate><guid>https://sunting.co.id/news/detail/1413/hadiri-nongkah-di-rumah-sunting-kepala-balai-bahasa-riau-generasi-muda-jangan-malu-berbahasa-ibu</guid></item></channel></rss>