Pilihan +INDEKS
Rahmat Ramadhan, Wartawan Asal Bener Meriah Naik Hercules dan Lewati Longsor Demi UKW
PEKANBARU (Sunting.co.id) - Namanya Rahmat Ramadhan. Usianya 46 tahun. Dengan semangat untuk menjadi wartawan yang kompeten, Rahmat meninggalkan keluarga untuk mengikuti Uji Kompetensi Watawan (UKW) yang dilaksanakan Lembaja Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) Univertias Pembangunan Negeri (UPN) Veteran Yogyakarta berkerja sama Pro Jurnalismedia Siber (PJS) di Pekanbaru, Jumat hingga Sabtu (19-20/12/2025).
Tekad untuk menjadi wartawan yang kompeten dan profesional mendorong Rahmat, wartawan asal Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, menempuh perjalanan panjang dan penuh tantangan di tengah bencana banjir bandang dan tanah longsor yang sedang melanda daerahnya.
Keputusan Rahmat untuk mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bukanlah hal yang mudah. Di saat kampung halamannya dilanda bencana dan keluarganya berada dalam kondisi sulit. Bahkan satu-satunya kebun kopi seluas 2 hektare miliknya juga terdampak longsor. Tapi Rahmat tetap bertekad harus mengikuti UKW, meninggalkan anak dan istrinya demi meningkatkan kapasitas diri sebagai jurnalis.
Dukungan penuh dari sang istri menjadi kekuatan utama bagi Rahmat. Ia mencari jalan, menumpang pesawat Hercules milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) agar bisa sampai ke Medan terlebih dulu, lalu melanjutkan perjalanan dengan bus untuk sampai di Pekanbaru
“Saya sangat bersyukur memiliki istri yang selalu memberi dukungan dan semangat untuk mengikuti UKW, meskipun kondisi daerah kami sedang dilanda bencana. Keluarga sedang sult, kebun kopi Sayapun habis,” ujar Rahmat dengan mata berkaca-kaca dan suara bergetar kepada wartawan usai mengikuti UKW di gedung DPRD Riau, Sabtu (20/12/2025).
Rahmat merupakan peserta UKW terjauh. Ia mengaku telah mendaftar UKW jauh sebelum bencana terjadi. Namun musibah banjir bandang dan tanah longsor menyebabkan akses jalan darat dari Kabupaten Bener Meriah terputus total.
Kondisi tersebut sempat membuat Rahmat ragu dan merasa lemah, karena tidak mengetahui bagaimana cara keluar dari daerahnya untuk mengikuti UKW tersebut.
Harapan muncul ketika Rahmat memperoleh informasi adanya penerbangan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara (TNI AU) yang melayani pengangkutan penumpang. Tanpa ragu, ia mendaftarkan diri lebih awal, tepatnya pada 10 Desember 2025.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Pada 12 Desember 2025, Rahmat berhasil diberangkatkan menggunakan pesawat Hercules TNI AU yang mendarat di Bandara Lanud Soewondo, Medan, sebelum melanjutkan perjalanan ke Pekanbaru.
Dengan biaya yang tidak sedikit, Rahmat mengikuti seluruh rangkaian UKW dengan penuh semangat. Selain Rahmat, juga ada tiga peserta yang berasal dari Kota Medan dan kabupaten/kota di Riau. Rahmat berkutat untuk menyelesaikan UKW bersama 27 peserta lainnya.
Selama UKW peserta dibekali materi penting, mulai dari kode etik jurnalistik, teknik peliputan dan penulisan berita, hingga tanggung jawab wartawan kepada publik.
Bagi Rahmat, UKW bukan sekadar memperoleh sertifikat, melainkan proses pembelajaran untuk memperkuat integritas dan profesionalisme sebagai wartawan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada para penguji dari Lembaga UKW Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta yang telah memberikan ilmu dan pengalaman berharga untuk menjadi wartawan yang profesional,” ucapnya.
UKW selesai Sabtu sore sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu juga Rahmat langsung menuju terminal Bandaraya Payung Sekaki (BRPS) untuk mencari bus. Sekitar pukul 21.00 WIB, Rahmat meninggalkan Pekanbaru menuju kampung halamannya.
Rahmat menempuh perjalanan selama dua malam setengah hari demi bisa segera berkumpul kembali dengan anak dan istrinya.
Namun, perjuangan Rahmat belum berakhir. Setibanya di kampung halaman, ia masih harus melewati aktivitas di lapangan dengan kondisi jalan yang masih dipenuhi sisa-sisa lumpur akibat banjir bandang.
Hingga kini, jelas Rahmat, proses pembersihan dan perbaikan jalan masih terus berlangsung agar akses transportasi kembali normal seperti sediakala.
Untuk mengikuti UKW ini, Rahmat memerlukan waktu 10 hari sejak meninggalkan rumah hingga kembali pulang. Bagi Rahmat, perjalanan ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan pengabdian, pengorbanan, dan komitmen bahwa di tengah keterbatasan, bencana, dan lumpur, semangat untuk belajar dan meningkatkan kualitas diri sebagai wartawan tidak boleh padam.(
"Alhamdulillah Saya sudah sudah tiba dengan selamat, sudah berkumpul dengan keluarga setelah hampir tiga hari dalam perjalanan menuju pulang," kata Rahmat saat dihubungi Sunting.co.id via telpon genggam, Selasa (22/12/2025). (*)
[ Ikuti Sunting.co.id ]
Berita Lainnya +INDEKS
Rangkaian HPN, 200 Wartawan Dijadwalkan Retret di Akmil Magelang
JAKARTA (Sunting.co.id) - Momentum memperingati Hari Pers Nasional 2026 Banten, .
Akhmad Munir: Wartawan Perlu Kuasai Jurnalisme Bencana
PADANG (Sunting.co.id) - Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Akh.
Ketua FKD Riau Jadi Pemateri Terpilih di Kemenenterian Koperasi dan UKM
PEKANBARU (Sunting.co.id) - Ketua Forum Komunikasi Dosen (FKD) DPW Provinsi Riau.
28 Wartawan Ikuti UKW, 20 Orang Dinyatakan Kompeten
PEKANBARU (Sunting.co.id) - Lembaga Uji Konpetensi Wartawan Universitas Pe.
Pemko Pekanbaru dan Pramuka Kirim Logistik untuk Korban Bencana di Tiga Provinsi
PEKANBARU (Sunting.co.id) - Tujuh truk yang membawa bantuan logistik diberangkat.
Jelang Akhir Tahun, PWI Gelar Kaleidoskop Media Massa
JAKARTA (Sunting.co.id) - Mengakhiri tahun 2025 PWI (Persatuan Wartawan Indonesi.







