Pilihan +INDEKS
Pembacaan Puisi dan Tradisi Betawi Warnai Pembukaan PPN XIII di TIM
JAKARTA (Sunting.co.id) – Taman Ismail Marzuki (TIM) kembali menjadi pusat perhatian dunia sastra. Kamis malam (11/9), Teater Kecil TIM dipenuhi riuh budaya. Malam Pembukaan Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIII.
Sejak pukul 19.30, suasana lobi Teater Kecil sudah mengalun dengan tradisi Betawi. Sapun, yang dibawakan sastrawan senior Yahya Andi Saputra bersama grup musik Galeri Betawi, menghadirkan sambutan penuh khidmat sekaligus hangat. Prosesi ini disusul pertunjukan Gambang Kromong Grup Sinar Muda pimpinan Bapak Wahab, yang membawa hadirin larut dalam semangat kebersamaan khas Jakarta.
Ketua Panitia PPN XIII, Ahmadun Yosi Herfanda, dalam laporannya menyatakan bahwa PPN bukan hanya ajang silaturahmi penyair, melainkan juga langkah strategis menempatkan sastra Indonesia dalam peta sastra Asia Tenggara dan dunia. Ketua DKJ, Bambang Prihadi, menegaskan komitmen Dewan Kesenian Jakarta untuk terus menjadikan TIM sebagai rumah segala bentuk seni, termasuk puisi sebagai “ibu dari segala seni”.
Pembukaan resmi ditandai dengan peluncuran Buku Antologi Puisi PPN XIII, diikuti penyerahan souvenir dan piagam penghargaan dari Kementerian Pariwisata kepada panitia.
Panggung lalu sepenuhnya menjadi milik puisi. Setelah penampilan “musik puisi” dari Ananda Sukarlan, pembacaan puisi berlanjut dari penyair Indonesia dan mancanegara. Salah satu momen paling berkesan adalah ketika LK Ara, penyair senior asal Aceh, tampil membacakan puisinya. Dengan suara tegas dan lirik sarat makna, LK Ara menghadirkan suasana hening penuh khidmat, seakan mengingatkan audiens akan kekuatan puisi sebagai medium sejarah, perlawanan, dan kasih sayang.
Suasana semakin semarak ketika penyair dari Malaysia, Singapura, dan sejumlah daerah di Nusantara turut menyumbangkan karya mereka. Malam itu ditutup kembali oleh harmoni kata dan nada dalam komposisi musik puisi Ananda Sukarlan.
Malam Pembukaan PPN XIII di TIM sukses menunjukkan pertemuan budaya: tradisi Betawi yang hangat sebagai pintu masuk, dan puisi Nusantara sebagai jembatan persaudaraan antarbangsa. Acara ini sekaligus mengawali rangkaian kegiatan PPN XIII yang akan berlangsung hingga 14 September mendatang. (*)
[ Ikuti Sunting.co.id ]
Berita Lainnya +INDEKS
Membaca Cindy Neo dan Buku Puisinya Dalam Sunyi, Aku Pulang
PEKANBARU (Sunting.co.id) - Namanya Cindy Neo. Bukan nama sebenarnya. Dia adalah.
Terbitkan Buku Antologi Puisi Bencana, Komunitas Seni Kuflet Terus Bersiap
SUMBAR (Sunting.co.id) - Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang tengah mematangkan.
Gagal Pulang ke Takengon, Fikar W Eda dan Penyair Riau Gelar Doa Puisi Bersama
PEKANBARU (Sunting.co,id) - Penyair asal tanah Gayo, Takengon, Aceh, Fikar W Eda.
Susur Sisir Tengger, Buku Puisi Berbasis Riset
JAKARTA (Sunting.co.id) - Susur Sisir Tengger (SST) adalah buku antologi puisi K.
Buku Susur Sisir Tengger Karya ke-6 Penyair Perempuan Indonesia Diluncurkan Dalam Festival
JAKARTA (Sunting.co.id) - Penyair Perempuan Indonesia (PPI) kembali menerb.
Puluhan Penyair Ikuti Pameran Karya di Festival Penyair Perempuan Indonesia
JAKARTA (Sunting.co.id) - Festival Penyair Perempuan Indonesia (FPPI) pertama ya.







