Pilihan +INDEKS
Sitasimattaoi Gelar Malam Puncak Artventure Ti'ti
PEKANBARU (Sunting.co.id) - Komunitas Sitasimattaoi asal Mentawai, Sumaterra Barat, menggelar puncak perjalanan mereka di Nakhoda Cafe Pekanbaru, Selasa (29/3/2022). Perjalanan mereka ini diberi nama Artventure Ti'Ti.
Perjalanan ini merupakan perjalanan dalam melestarikan budaya tato Mentawai sebagai tato tertua dunia. Bukan hanya itu, tato Mentawai memiliki filosofi yang sangat luar biasa. Semua simbol dan unsur kehidupan tertuang dalam tato tersebut. Begitu para Sipatiti (penato) memyampaikan filosofi tato dalam kehidupan masyarakat suku Mentawai.
Malam puncak perjalanan ini diusung dalam sebuah tema 'Merajah Bersama Nakhoda'. Merajah merupakan sebutan dari menato. Sedangkan Nakhoda merupakan tempat dilaksanakannya malam puncak tersebut.
''Ditato memang sakit, tapi lebih sakit lagi kehilangan identitas. Menato ini warisan nenek moyang, identitas diri kami yang harus kami lestarikan. Tato dan proses menato bisa hilang jika alam atau lingkungan di sekitar kami rusak,'' kata Pitto Gagai salah seorang personel Sitasimattaoi.
Dijelaskan Pitto, proses menato yang diturunkan nenek moyang masih tato manual atau klasik, yakni menggunakan kayu yang keras dan jelaga sebagai tintanya. Jika kayu-kayu ini hilang, maka kehilangan identitas itu mulai mengancam.
Mengapa Pitto dan kedua temannya Kora dan Toinong memilih Pekanbaru sebagai destinasi perjalananya selama berbulan-bulan, baginya Riau adalah rumah tempat belajar.
''Di Riau banyak sawit. Hutannya saya tak tahu di mana. Ada pasti, tapi sudah jauh dan tinggal sedikit. Makanya kami belajar ke Riau. Kami tak mau kehilangan hutan. Tanpa hutan, identitas kami akan hilang,'' kata Pitto kepada Sunting.co.id, di sebelumnya.
Malam puncak itu diwarnai dengan berbagai kegiatan. Mulai dari menato manual Mentawai, menato temporer, mural, body painting, pemutaran film dokumenter dan performance art dari berbagai komunitas.(*)
[ Ikuti Sunting.co.id ]
Berita Lainnya +INDEKS
Amakku Subayang, Subayang Amakku: Teater di Tepian Sungai, Mengingat Turun Mandi dan Luka Subayang
KAMPARKIRIHULU (Sunting.co.id) - Komunitas Seni Budaya (KSB) Rumah Sunting bersama Meneroka Indon.
KSB Rumah Sunting Gelar Festival Seni Konservasi 2026, Bertabur Hadiah dan Aksi Seni
PEKANBARU (Sunting.co.id) – Awal tri wulan kedua tahun 2026, Komunitas Seni Bu.
Rumah Sunting Persembahkan Teater ‘’Tesso Nilo’’ di Festival Seni Konservasi 2026
PEKANBARU (Sunting.co.id) – Setelah fokus dengan teater terjudul Datuk Pagar d.
Cinepelan Hadirkan Tiga Film Pendek, Kunni Kupas Dari Sisi Perempuan, Ekologi dan Budaya
PEKANBARU (Sunting.co.id) - Komunitas Cinepelan bersama Nonblok Ekosistem mengge.
Teater Taksudah-sudah Pentaskan Pasar Baru, Disutradarai Perempuan Muda
PEKANBARU (Sunting.co.id) - Teater Taksudah-su.
Meriahkan HUT Ke-14, DPW Partai Nasdem Riau Hadirkan Panggung Restorasi Spesial
PEKANBARU (Sunting.co.id) - Panggung Restorasi adalah panggung seni ala Partai N.







