Pilihan +INDEKS
Kenegerian Padang Sawah Gelar Dikigh Mulub
KAMPAR (Sunting.co.id) – Bulan Rabiulawal Hijriah merupakan bulan yang tunggu oleh semua umat muslim, apatah lagi bagi masyarakat Kenegerian Padang Sawah, Kecamatan Kampar kiri, Kabupaten Kampar. Pada bulan ini dilaksanakan tradisi menyambut bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang disebut Dikigh Mulub.
Dikigh Mulub adalah bahasa daerah Kenegerian Padang Sawah, artinya Zikir Maulid, yaitu berupa zikir dan salawat dalam menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Kamis (28/10/2021) prosesi tahunan itu kembali dilaksanakan oleh seluruh lapisan masyarakat Kenegerian Padang Sawah yang dipimpin oleh Tali Tigo Sapilin. Istilah adat untuk menyebutkan tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemerintahan.
Prosesi dimulai pukul 08.00 WIB yang bertempat di Mesjid Nurul Iman, dengan lantunan ayat suci Alquran sebagai pembuka helat ini. Kemudian dilanjutkan dengan zikir dan salawat yang menggema seantero kenegerian melalui pengeras suara yang ada di mercusuar mesjid.
Menggemanya bacaan zikir dan salawat mengisyaratkan sanak kemenakan perempuan untuk mengantarkan jambagh kawa (hidangan kue ringan, red) ke mesjid dengan menggunakan dulang (tempat hidangan dari logam) dengan ditutup tudung saji.
Satu persatu sanak kemenakan perempuan datang ke mesjid dengan menjujung dulang di atas kepala, kemudian diserahkan kepada mamak yang berdiri depan pintu mesjid, kemudian disusun sejajar dengan dulang-dulang yang lain. Zikir dan salawat terus terdengar dengan irama yang khas.
Akhirnya, semua dulang-dulang itu telah sampai di mesjid dan telah tertata dengan rapi.Dann, saatnya jeda untuk menyantap jambagh kawa yg telah diantarkan oleh kemenakan.
Ninik mamak, tokoh adat, dan pemerintah duduk berdampingan, diikuti sanak kemenakan serta semua lapisan masyarakat khususnya kaum lelaki. Di sana mereka menyantap jambagh sebagai hidangan pembuka dalam prosesi tersebut.
Istirahat selesai dan jambagh kawa pun tinggal piring dan gelas kotor. Saatnya Mamak menyerahkan dulang beserta isinya yang telah kosong kepada kemenakan perempuan.
Hampir tengah hari. Zikir dan salawat dilantunkan sembari mengenang perjuangan manusia suci untuk menegakkan kalimat iman dan kalimat amal yaitu Nabi besar Muhammad SAW.
Hampir adzan zuhur dikumandangkan. Kembali sanak kemenakan perempuan mulai berdatangan dengan membawa dulang, tapi kali ini isinya berbeda yaitu jambagh nasi (hidangan makan siang) dengan sambal bervariasi.
“Maulid Nabi tahun ini agak sedikit semangat dari tahun sebelumnya,” ucap Deni Akbar (40).
“Sanak kemenakan banyak yang mengantarkan jambagh ke mesjid, dikarenakan penyebaran Covid-19 menurut media yang kami dengar sudah menurun,'' jelas pria yang menjabat sebagai Mamak kampung suku Patopang basah ini.
Ba’da zuhur, prosesi Dikigh Mulub ditutup dengan doa oleh tokoh agama yang dituakan dan selanjutnya makan jambagh bersama.(Kmn)
[ Ikuti Sunting.co.id ]
Berita Lainnya +INDEKS
Hadiri Diskusi Kebudayaan, Kepala Balai Bahasa Riau Ajak Rumah Sunting Berkolaborasi
PEKANBARU (Sunting.co.id) – Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau, Dr. Umi Kulsum,.
Rumah Sunting Ajak Generasi Muda Bicarakan Tradisi Turun Mandi
PEKANBARU (Sunting.co.id) – Malam ini, Sabtu (25/1/2026), pukul 20.00 WIB, Kom.
Jelang Puncak HPN 2026, Puluhan Wartawan dan Sastrawan Ikuti Kemah Budaya
BANTEN (Sunting.co.id) - Menjelang puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) tahu.
Menuju Perayaan HPN, PWI dan Mahkamah Agung Sepakat Bangun Sinergi Edukasi Hukum
JAKARTA (Sunting.co.id) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dan Mahkamah .
Grand Opening, Kopi Kopan Dibanjiri Pengunjung dari Berbagai Kalangan
PEKANBARU (Sunting.co.id) - Grand opening Kopi Kopan yang berlokasi di Ja.
PWI Pusat Gelar Sosialisasi Anugerah Kebudayaan 2026, Diumumkan di HPN Banten
JAKARTA (Sunting.co.id) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menggelar S.







