Pilihan +INDEKS
KLHK Berikan Anugerah Konservasi dengan Lima Kriteria
LABUAN BAJO (Sunting.co.id) - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI memberikan Penghargaan Konservasi kepada para pelaku konservasi di Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar), Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Penghargaan yang diberikan Minggu 1 (1/11/2020) ini bersempena dengan Tasyakuran Gedung Komodo Visitor Center. Menteri KLHK melalui Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Ir Wiratno, mengatakan, penghargaan diberikan dengan lima kriteria.
''Beruntung Presiden memilih NTT, dan ini diberikan dengan kriteria khusus,'' kata Wiratno saat menyampaikan sambutan.
Lima kriteria tersebut yakni, pertama, kepelooran. Sikap kepeloporan ini diambil dari leluhur yang selelu menjadi, menjadi yang pertama.
Kedua, kepedulian. Peduli yang dimaksud adalah peduli pada yang miskin, pada yang terlantar, dan pada yang terpinggirkan.
''Termasuk peduli pada yang tidak pernah bisa bicara, seperti komodo itu. Tapi mereka berhak hidup sama seperti manusia. Jangan bangga jadi manusia, karena sama seperti komodo, kita hanya menumpang di muka bumi ini,'' kata Wiratno lagi.
Selanjutnya, atau kriteria yang ketiga, yaitu keberpihakan. Artinya berpihak kepada apa yang menjadi tujuan. Dalam hal ini persoalan lingkungan tentunya.
Keempat, konsistensi. Artinya, terus menerus melakukan apa yang menjadi tujuan hingga berhasil.
Kelima, kepemimpinan. Wiratno menjelaskan, pemimpin bukan manager, tapi pemimpin yang mengawal ke mana arah tujuan, ke utara atau selatan, dan bagaimana mencapai tujuan itu. Pemimpin ini mempunyai visi jangka panjang.
Inilah yang membawa Manggarai Barat dan kabupaten-kabupaten lain dengan potensi yang ada, mampu mendorong lingkungan yang lebih baik dan meningkatkan kesejahtetaan serta kesadaran masyarakat hang berkesadaran dalam mengurus lingkungan.(*)
[ Ikuti Sunting.co.id ]
Berita Lainnya +INDEKS
Karhutla Meluas, Jikalahari Soroti Lemahnya Perlindungan Gambut di Riau
PEKANBARU (Sunting.co.id) - Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) me.
FITRA Riau Desak Evaluasi Mitigasi Karhutla, Gelar Diskusi dan Media Briefing
PEKANBARU (Sunting.co.id) - Hingga Oktober 2026, wilayah Riau masih dihadapk.
Walhi Gelar Diskusi Publik: Tiga Dekade Karhutla Riau yang Tak Bermuara
PEKANBARU (Sunting.co.id) - Tiga dekade sudah bencana kebakaran hutan dan lahan .
Deklarasikan Kaukus Parlemen Hijau, Koalisi Masyarakat Sipil Sambangi DPRD Riau
PEKANBARU (Sunting.co.id) – Koalisi Masyarakat Sipil (KMS) Riau yang melingkup.
Tambang PT BPP Semakin Masif, Masyarakat Batu Ampar dan Selensen Sampaikan Lima Tuntutan
PEKANBARU (Sunting.co.id) - Masyarakat Selensen dan Batu Ampar, Kecamatan Kemuni.
Anak Gajah Jantan yang Baru Lahir di Tesso Nilo diberi Nama Ganesha
PELALAWAN (Sunting.co.id) - Kawasan konservasi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN),.







