PELALAWAN (Sunting.co.id) – Menteri Kehutanan (Menhut) RI Raja Juli Antoni M.A, Ph.D, menyebutkan, Sumatera kehilangan 21 kantong gajah. Dari 42 kantong gajah hanya tinggal 21 yang tersisa. Hal ini disampaikan Menhut di depan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Heriyadi S.E atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo, dan segenap Forkopimda saat berkunjung ke Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Selasa (17/3/2026).
Pada kesempatan itu, Raja Juli juga menyinggung Instruksi Presiden (Inpres) tentang Penyelamatan Populasi dan Habitat Gajah Sumatera dan Gajah Borneo yang menjadi tonggak penting dalam upaya konservasi gajah Sumatera.
‘’Dulu ada 42 kantong gajah di Sumatera, sekarang tinggal 21 kantong. Sebagaimana telah Saya sampaikan tentang Inpres Penyelamatan Populasi dan Habitat Gajah Sumatera dan Gajah Borneo. Inpres ini mewajibkan kami berkerja keras untuk merekoneksi antar kantong dengan menggunakan area reservasi baik HGU yang ditanami sawit atau HTI atau hak lainnya. Fregmentasi di dalam kantong juga akan dikoneksikan sehingga akan baik bagi gajah sebagai salah satu satwa yang terancam punah,’’ tegasnya.
Raja Juli juga mengakui bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan PKH untuk mewujudkan rehabilitasi di kawasan TNTN tersebut. PKH sendiri telah berkerja melakukan penertiban di TNTN sejak beberapa bulan lalu sehingga saat ini sudah ada 1000 hektare lahan yang ditumbangkan sawit-sawitnya, dan 411 KK sudah dikeluarkan dari kawasan secara damai.(*)