PEKANBARU (Sunting.co.id) – Kepala Dinas Perpsustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Pekanbaru Drs. H. Muhammad Amin M.Si, mengajak segenap pegiat dan komunitas literasi untuk bisa bersama-sama memberikan kontribusi nyata bagi dunia literasi di Pekanbaru. Harapan ini disampaikan Amin saat pertemuan dengan pegiat dan pimpinan komunitas literasi, Kamis (1/10/2026) di lantai 2, Perpustakaan Tenas Effendy, Pekanbaru.
‘’Peran komunitas sangat kuat dalam meningkatkan literasi. Kalau komunitas bergerak, Pekanbaru akan maju dan dikenali. Ayok kita bersama-sama, bergerak bersama untuk literasi. Ruangan ini, perpustakaan ini jangan hanya dijadikan tempat kumpul dan membaca saja. Jadikan juga sebagai rumah komunitas, manfaatkan sebaik-baiknya tentunya dengan mematuhi ketetapan yang berlaku,’’ kata Amin.
Ada 32 komunitas yang diundang dalam pertemuan tersebut. Beragam komunitas literasi dengan bentuk kegiatan yang tidak sama. Perjumpaan diawali dengan saling berkenalan antara satu komunitas atau pegiat literasi dengan yang lainnya.
Diakui Amin, Wali Kota Pekanbaru saat ini memiliki perhatian besar dengan dunia literasi, apalagi setelah catatan membuktikan tingkat literasi Pekanbaru lebih rendah dibandingkan dengan kota/kapupaten lain di Riau.
Pada kesempatan tersebut, Amin juga membeberkan kondisi dunia literasi di Pekanbaru cukup memprihatinkan sehingga perlu dukungan berbagai pihak termasuk komunitas dalam peningkatannya.
Dari 12 kabupaten/kota di Riau, Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) 2025 Pekanbaru tercatat di peringkat ke 11, sedangkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di peringkat ketiga.
Jumlah perpustakaan di Pekanbaru sesuai data yang dimiliki Pemko sangat beragam. Ada perpustakaan sekolah sebanyak 490, perpustakaan umum sebanyak 98 dan perpustakaan khusus sebanyak 33.
Perpustakaan umum terdiri dari; perpustakaan kelurahan sebanyak 83 realisasi 25, perpustakaan kecamatan sebanyak 15 realisasi 0 dan TBM sebanyak 29 realisasi 29. Perpustakaan khusus terdiri dari; OPD sebanyak 48 realisasi 3, perpustakaan rumah ibadah sebanyak 98 realisasi 19 dan perpustakaan puskesmas sebanyak 21 realisasi 5.
‘’Marilah bersama kita bergerak untuk peningkatan literasi ini baik TKM atau IPLM-nya. Setiap tahun ada penilaian oleh perpusnas. Ini perlu perhatian dan dukungan kita bersama. Di kelurahan masing-masing, jika tidak jalan perpustakaannya, tolong dibantu dikembangkan,’’ kata Amin lagi.(*)