'Songgan Adventure' Jadi Pilot Project IATTA Riau 2021

Sabtu, 09 Oktober 2021

Pengurus IATTA Riau foto bersama usai IATTA Coffe Nigjt, Jumat (8/10/2021). (Foto Sunting)

PEKANBARU (Sunting.co.id) - Menjelang akhitlr tahun ini, Indonesia Adventure Trade Travel Association (IATTA) Riau fokus pada satu pilot project yang diberi nama 'Songgan Advemture'. Program ini dilaksanakan di Kabupaten Kampar, tepatnya Deda Batu Songgan, Kecamatam Kampar Kiri Hulu. 

Hal ini disampaikan Ketua IATTA Riau Zainul Ikhwan saat menggelar IATTA Coffe Night, Jumat (8/10) di Sekretatiat IATTA Perumahan Ronghowarsito Town, Jalan Ronggowarsito, Gobah. Kegiatan  ini dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan, Yoserizal Zein sekaligus Dewan Penasehat IATTA, Dewan Pakar dan Etik Yul Achyar, dan undangan dari berbagai asosiasi pariwisata di Riau. 

Sekretariat IATTA yang juga Kantor Green Radio Online atau Kurs Caffe itu pun berubah wajah. Halaman rumah yang tidak terlalu luas itu disulap sedemikian rupa. Bahkan tim kreatif IATTA menghadirkan panggung dengan konsep alam dan kearifan lokal. Mulai dari tenda, peralatan outdoor, bahkan perahu, lampu badai, lukah, dan lain sebagainya. 

Malam itu, Zainul Ikhwan menjelaskan, sebagai organisasi bidang pariwisata yang baru lahir di Riau, penting bagi IATTA untuk menyosialisasikan diri, serta bentuk dan program kerja. Maka, dibuatlah ajang silaturrahmi yang diberi nama IATTA Coffe Night tersebut. 

''Sebagai pendatang baru, maka kami merasa perlu memperkenalkan diri kepada rekan-rekan semua. IATTA sendiri bergerak khusus di wisata petualangan. Disebut wisata petualang jika ada minimal dua unsur dari tiga unsur, yaitu Adventure, Culture dan Nature,'' sebut Zainul Ikhwan. 

Zainul juga memaparkan peogram kerja IATTA 2021 yang diberi nama Songgan Adventure. Songgan merupakan desa di Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar yang saat ini menjadi perhatian khusus bagi IATTA. Dengan kata lain, IATTA sebagai asosiasi promosi wisata petualang, memastikan secara detil dan langsung bahwa Songgan layak 'dijual' kepada seluruh wisatawan dunia. 

Untuk memastikan kelayakan tersebut, pendampingan secara rutin dlkepada kelompok kerja (Pokja) wisata di Songgan terus  dilakukan. IATTA sendiri telah dua kali turun langsung ke Songgan untuk memastikan apa lagi yang mesti dibenahi di Songgan tersebut, baik wisata alamnya, budayanya, lingkungannya, dan fasilitasnya. Jika sudah dianggap layak, maka IATTA akan segera mempromosikan secara luas. 

''Insyaallah IATTA segera melaunching aplikasi khusus untuk menjual paket wisata, termasuk Songgan Adventure jika sudah sesuai standar. IATTA ini juga fokus di standarisasi wisata petualang, ada kriterianya. Lengkap. Jika sudah standar, benar-benar siap, baru kami promosikan. Tahun ini kami fokus di Kampar, tepatnya di Desa Batu Songgan,'' kata Zainul lagi.

 Kadis Kebudayaan Yoserizal Zein, menyambut baik kehadiran IATTA. Semakin banyak yang berbicara dan memperkenalkan kebudayaan Riau, semakin baik. Hal tersebut dinilai sebagai upaya pelestarian. 

''Dengan fokus pada wisata petualang yang menitikberatkan pada wisata budaya dan alam, secara tidak langsung, ini upaya pelestarian. Bergerak teruslah IATTA, dan sebagai pemerintah kami sangat terbantu dan bangga. Masih banyak kearifan lokal yang bisa kita angkat ke permukaan agar tidak hilang, salah satunya dengan jalan wisata ini,'' kata Yoserizal. 

Harapan serupa disampaikan Yul Achyar. Pergerakan IATTA harus benar-benar memperhatikan etika pariwisata dengan memperkuat dan memperjelas standarisasi. Selain sebagai bentuk profesionalitas sebuah organisasi, juga untuk keselamatan wisatawan. 

''Beberapa peristiwa kecelakaan yang menimpa wisatawan di Riau, sempat menghebohkan. Apalagi sampai meninggal di tempat wisata. Kenapa ini terjadi, karena tidak safety, standariisasi bagaimana wisatawan tetap selamat, belum jelas. Inilah salah satu tugas IATTA. Selain promosi juga harus memastikan standarisasi. Kalau belum standar, jangan dijual,'' harap Yul Achyar. 

Coffe Night malam itu juga dihadiri Skjen DPP IATTA, Amalia Yunita secara Zoom. Saat hadir dan menyapa seluruh tamu, perempuan yanh akrab disapa Mbak Yuni ini sedang berada di Takengon, Aceh. Bahkan sedang bersama rekan-rekan IATTA di sana. 

''Wisata petualang ini terus diminati masyarakat. Kita memang harus jeli dan juga yakin, bahwa wisata petualang ini mampu mendobrak perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat lokal di sekitar tempat wisata itu. Betapa banyaknya wisata petualang di Indonesia. Jika ini bergerak dengan baik di seluruh Indonesia, maka roda ekonomi masyarakat akan berputar dari sini. Ini tantangan kita bersama'' kata Mbak Yuni. 

Selain memperkenalkan diri dengan membeberkan program kerja, Zainul juga memperkenalkan seluruh pengurus DPW IATTA Riau, memutar video pergerakan IATTA sejak berdiri tiga bulan lalu, dan meminta saran serta masukan kepada seluruh undanganbyang hadir.***