
Peserta Open Trip LPE Riau foto bersama di TWA Buluhcina. IST
BULUHCINA (Sunting.co.id) – Sekelompok anak muda yang menamakan diri mereka Laskar Penggiat Ekowisata (LPE ) Riau, menggelar perjalanan wisata dengan konsep lingkungan dan pemberdayaan masyarakat atau ekowisata. Buluhcina yang merupakan desa wisata di Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar ini menjadi lokasi pilihan. Perjalanan wisata itu pun dilaksanakan, Minggu (27/9/2026).
Perjalanan diawali dengan Open Trip terbatas, yakni hanya untuk 10 orang. Sedangkan paket wisata yang ditawarkan cukup beragam. Ada trekking forest, satu jam menjadi mahout, edukasi konservasi, santai di tepi danau dan soul sharing session. Selain itu, mereka juga bisa menikmati objek dan praktik kebudayaan masyarakat setempat seperti pembuatan perahu, rumah-rumah panggung dan lain sebagainya. Mereka berangkat dari Kota Pekanbaru pukul 20.00 dan kembali sampai di Pekanbaru pukul 16.00 WIB.
Yanda Rahmanto, koordinator kegiatan yang juga wakil ketua LPE Riau, mengatakan, open trip ke Buluhcina bukan hanya akan menjadi program rutin LPE, tapi bagaimana program yang dilaksanakan berdampak bagi masyarakat baik sosial, ekonomi dan budaya masyarakatnya.
‘’Buluhcina ini memang sudah menjadi tempat bermain LPE sejak awal berdiri tahun 2014. Berbagai kegiatan sudah dilakukan di sini, terutama yang berdampak bagi lingkungan dan masyarakat. Seperti kegiatan wisata, kegiatan di alam bebas hingga penanaman pohon. Perjalanan wisata kali ini, juga kami harapkan bisa menjadi pengetahuan baru bagi peserta bahwa Buluhcina kaya baik alam maupun budayanya,’’ kata Yanda.
Di desa ini juga ada Taman Wisata Alam (TWA) yang dikelola oleh Kementerian Kehutanan melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Di sinilah trekking forest dan bermain dengan gajah serta edukasi konservasi bisa didapatkan peserta.
‘’Jika tidak ada aral melintang, open trip ke Buluhcina ini akan menjadi agenda tetap yang dilaksanakan dua kali dalam sebulan. Lagi-lagi dengan peserta terbatas supaya perjalanan yang kami tujukan untuk edukasi konservasi, bahwa makna hutan adalah rumah, pohon adalaha teman, dan masyarakat hidup damai di sana, ini mudah diserap oleh peserta. Nah, yang paling unik dari trip ini adalah soul sharing session yang kami laksanakan dengan menggunakan pendekatan alami atau kembali ke alam bebas,’’ kata Yanda lagi.
Salah seorang peserta, Duma, mengakui perjalanan ke alam bebas Buluhcina bersama LPE Riau sangatlah seru. Selain bisa menghirup udara segar, juga bertemu dengan kawan-kawan baru yang sangat asyik.
‘’Menurutku perjalanan bersama LPE seru, sih. masuk hutan, menghirup udara segar, mendengar suara-suara burung, menyentuh dauh-daun hijau yang basah dan segar. Ah, pokoknya seru. tambah seru pas digigit pacet. Ya, karena hujan basah, wajar ada pacet. Tapi seru aja dan ini bukan sekedar jalan-jalan biasa,'' kata Duma.(*)