
Ganesha dan induknya, Lisa, di Elephant Flying Squad TN Tesso Nilo. IST
PELALAWAN (Sunting.co.id) - Kawasan konservasi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), tepatnya di pusat pelatihan gajah Elephant Flying Squad (EFS) kembali kedatangan tamuSenin (28/9/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Dia anak seekor anak gajah keenam yang lahir dari ibu gajah bersama Lisa. Anak gajah Jantan ini diberi nama Ganesha.
Nama tersebut diberikan langsung oleh Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto. Penamaan Ganesha kemudian diumumkan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat berada di EFS TNTN dalam rangkaian agenda Kementerian Kehutanan, Rabu (30/9/2026). Beberapa waktu lalu, Titiek Soeharto pernah datang ke TNTN dan berinetarksi dengan gajah-gajah di sana, termasuk Lisa.
Pengumuman nama Ganesha berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan dihadiri sejumlah pejabat penting. Hadir Plt Gubernur Riau S.F. Hariyanto, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP., Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, Kapolres Pelalawan AKBP Ahmad Nur Ari, Kepala Balai TNTN Sutmantoro, S.Hut., M.M., jajaran Kementerian Kehutanan, serta tim mahout, dokter dan perawat satwa.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan rasa syukur atas kelahiran Ganesha. Menurutnya, kelahiran tersebut menjadi kabar bahagia sekaligus bagian dari harapan dalam menjaga keberlangsungan populasi gajah sumatera di kawasan konservasi Tesso Nilo.
“Kita ketahui kemarin Mama Lisa melahirkan anaknya yang keenam di Tesso Nilo. Alhamdulillah hari ini kita sudah dapat nama untuk bayinya baby boy. Nama diberi oleh Ibu Titiek, Ketua Komisi IV DPR RI, dan namanya adalah Ganesha,” kata Raja Juli Antoni.
Nama Ganesha juga memiliki makna simbolis yang kuat. Dalam tradisi Hindu, Ganesha dikenal sebagai figur berkepala gajah yang dikaitkan dengan kebijaksanaan, awal yang baik dan kemampuan mengatasi berbagai rintangan. Pemberian nama tersebut diharapkan menjadi simbol kehidupan baru sekaligus harapan bagi keberlanjutan gajah sumatera dan habitatnya di Tesso Nilo.
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengungkapkan, dirinya semula mendapat kesempatan untuk memberikan nama kepada anak gajah tersebut.
Namun, kesempatan itu kemudian diserahkan kepada Titiek Soeharto. Herry secara langsung meminta Ketua Komisi IV DPR RI tersebut memberikan nama bagi anggota baru kawanan gajah Tesso Nilo itu.
“Bagi kami, ini bukan hanya tentang sebuah nama, tetapi juga tentang harapan agar kelahiran ini semakin menguatkan kepedulian kita bersama terhadap masa depan gajah sumatera dan habitatnya,” kata Herry.
Menurut Herry, kelahiran Ganesha bukan sekadar bertambahnya satu individu baru dalam populasi gajah sumatera. Kehadirannya menjadi pengingat bahwa upaya konservasi harus berjalan beriringan dengan perlindungan kawasan hutan sebagai ruang hidup satwa.
“Ganesha membawa pesan tentang kehidupan baru dan harapan. Kita ingin dia tumbuh kuat dan aman di tanah Riau. Tetapi tanggung jawab kita jauh lebih besar, yakni memastikan hutan dan ruang hidupnya tetap ada. Konservasi tidak cukup hanya menjaga satwanya, kita juga harus menjaga ekosistem tempat mereka hidup,” ujarnya.
Kondisi Ganesha terpantau baik sejak beberapa saat setelah kelahirannya. Lisa telah mendapatkan pemantauan intensif dari para mahout, dokter dan perawat satwa sejak sehari sebelum proses persalinan. Sekitar 20 menit setelah dilahirkan, Ganesha sudah mampu berdiri dan menunjukkan respons yang baik, sebuah perkembangan awal yang menggembirakan bagi tim yang melakukan pemantauan.
Kini Ganesha bersama induknya, Lisa, terus mendapatkan pengawasan dari tim EFS TNTN untuk memastikan kesehatan dan keselamatan keduanya. Kelahiran anak keenam Lisa tersebut bukan hanya menjadi kabar bahagia dari Tesso Nilo, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga habitat alami gajah Sumatera agar satwa dilindungi tersebut dapat terus berkembang dan hidup berdampingan dengan lingkungan secara berkelanjutan.(rls/*)