
Narasumber Diskusi Sastra foto bersama moderator Ratna Ayu Budhiarti (paling kanan), ketua panitia Rini Intama (dua dari kanan), Ketua PPI Kunni Masrohanti (dua dari kiri), dan MC Iin Zakaria, Minggu (1/8/2026). FOTO SUNTING
KUNINGAN (Sunting.co.id) – Pulang ke Kampung Tradisi (PKT) yang merupakan program tahunan Penyair Perempuan Indonesia (PPI), kali ini dilaksanakan di Kabupaten Kunningan, 31 Juli hingga 2 Agustus 2026. Salah satu kegiatannya adalah Diskusi Sastra dan Pertunjukan Puisi. Kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo Sawah Lope, Kecamatan Kramat Mulya. Selain Diskusi sastra, juga ada kunjungan ke kampung adat Majalaya, Pasar Renteng Cibogo, serta kawasan Gunung Ciremai, tepatnya di basecamp Palutungan.
Diskusi sastra mengusung tema besar PKT tahun ini, yakni Milampah Tapak Kuningan. Diskusi dengan tujuan menggali informasi tentang Kuningan ini menghadirkan narasumber yang semuanya bukan dari tim PPI.
Narasumber tersebut yakni budayawan dan penulis Kuningan Asep Budi Setiawan M.Si, seniman sekaligus Presdir Rumah Film Kuningan AR Affandi dan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat yang diwakili Penata Pelayanan Operasional (tim perencanaan) Yadi Mulyadi, S,Pd, M.Sn. Diskusi dipandu penyair asal Garut yang juga pengurus PPI, Ratna Ayu Budhiarti.
Selama diskusi berlangsung, terjadi saling sharing pengetahuan dan pengalaman antara narasumber dan peserta yang terdiri dari seniman, sastrawan, budayawan, pimpinan komunitas, Lurah Kramatmulya, Ouwner Sawah Lope serta pemangku kebijakan setempat. Ketiga narasumber mengungkap kekayaan budaya Kuningan, sedangkan para penyair perempuan mencatat setiap informasi yang diterima.
‘’Tidak salah para penyair perempuan ini datang ke Kuningan karena Kuningan memang tempat yang tepat untuk pulang. Ia kaya dengan kearifan lokal dan sejarah. Tentu, kami sangat bangga sebagai orang Kuningan, apalagi yang didapat penyair perempuan selama di Kuningan akan dicatat dalam puisi,’’ kata Asep Budi Setiawan.
Diskusi juga diselingi dengan penampilan puisi oleh segenap tim PPI yang menjadikan rumah dan pulang sebagai tema pertunjukan. Suasana pendopo yang semula tenang, menjadi riuh dan ramai.
‘’Diskusi bersama pemangku kebijakan dan budawayan Kuningan ini sangat penting. Di sinilah tim PPI yang datang bisa mencatat sebanyak-banyaknya informasi tentang kekayaan budaya Kuningan yang akan menjadi sumber inspirasi dalam menulis puisi. Semoga karya buku yang akan dihasilkan nanti sedikit banyak turut melestarikan kekayaan budaya tersebut,’’ kata Ketua PPI, Kunni Masrohanti.(*)