Di Tengah Pulau, LPE Riau Gelar Makrab dan Bincang Ekowisata

Kamis, 14 Mei 2026

Pengurus LPE Riau saat mengikuti Makrab, Sabtu dan Minggu, 9 dan 10 Mei 2025 di Pulau Tongah, Desa Tanjung Belit, Kampar Kiri Hulu, Kampar. FOTO LPE RIAU

KAMPAR (Sunting.co.id) - Setiap organisasi memiliki cara sendiri-sendiri untuk meningkatkan kemampuan pengurus dan anggota demi memberi makna pada rumah perjuangan yang mereka dirikan bersama. Begitu juga dengan Laskar Penggiat Ekowisata (LPE) Riau. 

Organisasi lingkungan yang menjadikan ekowisata sebagai jalan perjuangan itu menggelar peningkatan kapasitas  (capacity building) bagi pengurus dengan belajar bersama di tengah bentang alam Rimbang Baling yang tenang, tepatnya di Pulau Tongah, Desa Tanjung Belit, Kampar Kiri Hulu, Jumat (8/5/2026). 

Kegiatan ini dihadiri Kunni Masrohanti sebagai Dewan Penasehat yang juga pendiri LPE Riau sekaligus menjadi narasumber. Selain Kunni, pembicara yang lain ada Muhammad Aprianda selaku Koordinator dan Yanda Rahmanto sebagai Wakil/Sekretaris LPE Riau. 

"Kegiatan ini kami menyebutnya dengan Makrab, tapi intinya adalah peningkatan kapasitas atau kemampuan individu dalam mengembangkan potensi diri sekaligus menyamakan persepsi atas perjuangan yang akan dicapai bersama melalui organisasi," ungkap Muhammad Aprianda yang akrab disapa Nanda. 

Kegiatan dilaksanakan sejak siang hingga tengah malam. Usai masak dan makan malam bersama, mereka berkumpul santai di tengah pulau, duduk bersila di atas terpal beratap flysheet, saling berhadapan di antara tenda-tenda dome serta sejuk angin sepoi rimba sungai Subayang dan hangat unggun yang sederhana. 

Kunni, sang pendiri LPE menyampaikan banyak hal tentang organisasi tersebut. Mulai kisah berdirinya LPE, tujuan, peran, mimpi dan dampak yang ingin diabdikan LPE kepada masyarakat. Mengaji ke-LPE-an hingga larut malam, itulah yang mereka lakukan. 

Tidak hanya itu, pengurus LPE yang terdiri dari anak-anak muda ini kemudian menyusun program.kerja untuk enam bulan ke depan atau hingga akhir tahun 2026. Diskusi penyusunan program ketja ini dipimpin Yanda Rahmanto. 

Saat itu, berbagai isu lingkungan yang sejalan dengan ruh LPE mencuat ke permukaan . Salah satunya tambang emas yang mulai bermunculan di Kampar Kiri Hulu termasuk di hulu Subayang. 

Kegiatan diakhiri dengan menikmati kesegaran Lubuk Sungai Lalan di desa tersebut hingga usai makan siang dan lalu pulang.(*)