
DOC KSB RUMAH SUNTING
PEKANBARU (Sunting.co.id) – Awal tri wulan kedua tahun 2026, Komunitas Seni Budaya (KSB) Rumah Sunting menggelar Festival Seni Konservasi (FSK) dengan tema besar ‘’Panggung Gajah’’, tepatnya tanggal 11 Apri 2026 di Laman Rumah Singgah Tuan Kadi, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru.
Rangkaian kegiatan dalam festival sendiri sudah dimulai sejak akhir Maret. Kegiatan ini digagas KSB Rumah Sunting melalui pucuk pimpinannya yakni, Kunni Masrohanti dan dilaksanakan KSB Rumah Sunting berkat dukungan penuh Kepolisian Daerah (Polda) Riau.
Rangkaian kegiatan dimaksud yakni lomba menulis puisi dwi bahasa tingkat nasional dengan gajah sebagai tema utamanya. Kegiatan ini diikuti oleh 878 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Dari ratusan peserta ini dipilih 40 penyair dengan 40 karya terbaik, lalu karya-karya itu dibukukan. Dari 40 peserta itu pula dipilih 3 terbaik dan mendapatkan ahdiah uang, Rp10 juta untuk terbaik I, Rp7,5 juta untuk terbaik II dan Rp5 juta untuk terbaik III.
Dilanjutkan dengan lomba mewarnai yang pendaftarannya dilaksanakan sejak awal April hingga 9 April. Sedangkan perlombaannya dilaksanakan pada malam puncak, 11 April 2026. Selain lomba mewarnai, malam itu juga dilaksanakan pentas seni. Pergelaran seni seperti musik, tari, teater, syair dan pembacaan puisi diunjukkan kepada seluruh masyarakat luas.
‘’Alhamdulillah Festival Seni Konservasi ini baru pertama kali kami laksanakan. Semua ide dan gagasan festival ini kami diskusikan dengan pihak Polda Riau dan mendapat sambutan baik. Kemudian bergerak dan terjadilah kolaborasi sehingga kegiatan ini bisa dilaksanakan. Kegiatan ini terlaksana karena didukung penuh oleh Polda Riau,’’ katanya.
Untuk lomba mewarnai, hadiah yang diberikan untuk empat kategori. Selain kategori terbaik 1 sampai 3, juga ada juara harapan 1-5, juara favorit 1-5, juara berbakat 1-5. Para peserta mewarnai gambar yang disedikana panitia berupa gambar gajah dengan tulisan besar 'Sayangi Aku' di atasnya.
Malam itu juga dilaksanakan peluncuran buku puisi 'Sayangi Aku' karya 40 karya terbaik dari 40 peserta yang tersebar di seluruh Indonesia. Peluncuran ditandai dengan prosesi penandatangan buku oleh salah satu dewan juri yang hadir yakni Ramon Damora, Kapolda Riau, Founder Rumah Sunting dan beberapa tamu undangan lainnya.
Rumah Sunting sendiri mempersembahkan pertunjukan teater berjudul Tesso Nilo pada malam itu. Teater ini mengisahkan tentang dua gajah anak beranak yang sedang terkurung di hutan kecil karena menghindar dari pemburu yang terus mengejar mereka. Saat bersembunyi, kedua gajah tersebut bertemu dengan sekawanan gajah lain yang sedang kelaparan dan mencari tempat persembunyian yang aman. Saat mereka sedanag berkumpul, datanglah pemburu lalu menembakkan senapannya.
Semua gajah berlari kecuali Tesso karena kakenya terjerat. Ditambah kondisinya memang sudah sangat memburuk. Karena Tesso gajah kecil yang tidak bisa diambil gadingnya, pemburu tersebut pergi meninggalkan Tesso begitu saja. Sayanagnya, saat Nilo, sang ibu kembali, Tesso sudah mati karena tidak sanggup lagi menahan sakit.(*)