
Gajah Lisa dan Ria di Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo, Selasa (17/3/2026). FOTO SUNTING
PELALAWAN (Sunting.co.id) – Flying Squad Taman Nasional (TN) Tesso Nilo merupakan pusat berkumpulnya gajah-gajah terlatih beserta pawang-pawangnya (mahout). Lokasi ini berada di SPTN Wilayah I, Resort Air Hitam/Bagan Limau, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Sesuai pantauan Sunting.co.id, Selasa (17/3/2026), saat ini ada 7 gajah yang menghuni tempat tersebut.
Gajah-gajah tersebut terlihat dijaga dan dirawat oleh mahout-mahout yang sudah terlatih pula. Sejak awal tempat ini memang difungsikan untuk gajah-gajah patroli sebagai upaya pencegahan konflik satwa, terutama menggiring gajah liar yang keluar dari kawasan hutan TN Tesso Nilo agar kembali masuk ke dalam hutan. Ada 7 gajah yang menghuni tempat ini sekarang. Gajah-gajah itu bernama Indro, Lisa, Ria, Imbo, Tesso, Harmoni dan Domang.
Sebelumnya ada Rahman yang kemudian ditemukan mati karena diracun dengan kondisi gading hilang sebelah. Ada Indro. Ada juga lisa dengan anak-anaknya yakni Imbo, Nela, Rimbani, Riu, dan Tari. Tapi, dari 5 anak Lisa ini, hanya tinggal Imbo yang masih hidup. Selebihnya mati karena sakit. Ada juga Ria dengan anak-anaknya, yakni Tesso, Harmoni, Domang dan Tino. Tapi Tino kemudian juga mati karena sakit.
‘’Sebetulnya lumayan banyak gajah di Flying Squad ini, tapi kemudian banyak yang mati. Terutama anak Lisa. Sering melahirkan tapi anaknya yang hidup hanya satu, Imbo,’’ kata Erwin Daulay, mahout senior di Flying Squad tersebut.
Tujuh gajah tersebut saat ini dijaga oleh 13 mahout dan 1 dokter hewan. Mereka menjalankan tugasnya masing-masing. Mulai menjaga gajah, memandikan, memberi makan dan mendampingi pengunjung bertemu gajah saat ada pengunjung yang berwisata ke sana.
Flying Squad bukan hanya tempat yang berfungsi untuk gajah-gajah patroli saja, tapi sudah menjadi tempat wisata dan edukasi konservasi gajah bagi masyarakat luas. Maka tempat ini juga disebut dengan Camp Flying Squag. Di sini, wisatawan dapat berinteraksi langsung dengan gajah jinak, ikut memandikan gajah di sungai, memberi makan, dan mempelajari peran gajah dalam ekosistem.
Pengunjung juga bisa mendapatkan edukasi tentang hutan di sekitar Flying Squad Tesso Nilo. Mulai dari mengenali jenis-jenis pephonan menggunakan sistem barcode yang dipasang di pepohonan, mengenali jenis-jenis hewan dan banyak hal yang berkaitan dengan hutan.(*)
Nama-Nama Gajah di TN Tesso Nilo:
1. Indro (48)
2. Lisa (45)
3. Imbo (Anaknya Lisa, 15)
4. Ria (55)
5. Tesso (Anak Ria, 18)
6. Harmoni (Anak Ria, 8)
7. Domang (Anak Ria, 4)
Nama-Nama Mahout di TN Tesso Nilo:
1. Erwin Daulay
2. Junjung Daulay
3. Tengku Asril
4. Eko Pramuji
5. Rozi Nurbit
6. Bagus Prayudi
7. Herianto Saragih
8. Pikri Pohan
9. Zuhri
10. Saritua Marbun
11. Kus Indra Permana.
12. Windekomar
13. Safira
14. Teguh Iman Notonegoro (drh)