
Ketua DPR RI Titiek Soeharto berserta rombongan saat berkunjung ke Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Selasa (17/3/2026). IST
PELALAWAN (Sunting.co.id) – Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Heriyadi S.E atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, mengunjungi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), tepatnya di Flying Squad, Kabupaten Pelalawan, Selasa (17/3/2026). Titiek hadir Bersama Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni M.A, Ph.D dan segenap Forkopimda Riau.
Titiek hadir bersama rombongan menggunakan tiga helikopter sekaligus dan mendarat di helipad yang ada di TNTN sekitar pukul 14.55 WIB. Titiek langsung disambut oleh Kepala Balai TNTN Heru Sukmantoro S.Hut, M.M dan tim lainnya. Di aula berukuran sedang, Heru memaparkan kondisi TNTN saat ini.
‘’Selamat Datang Ketua Komisi IV DPR RI, Kapolri, Menhut beserta rombongan di TNTN. Kondisi TNTN saat ini perlu perhatian kita bersama. Terimakasih sudah berkunjung ke TNTN dan ini menjadi semangat bagi kita bersama,’’ kata Heru.
Usai mendengarkan paparan Kepala Balai TNTN, Titik dan rombongan disambut oleh Gajah Ria dengan pengalungan bunga. Dilanjutkan dengan melihat lebih dekat 7 ekor gajah. Di sini, Titiek, Kapolri, Menhut dan rombongan memberi makan gajah. Suasana karib dan riang terlihat jelas saat itu. Usai foto bersama gajah-gajah, rombongan menuju ke Lokasi penanaman pohon yang ada di sebelah luar gapura kedatangan TNTN.
Usai penanaman, rombongan menuju gerbang masuk TNTN. Di sini, Titiek, Kapolri dan Menhut menyampaikan keterangan kepada wartawan tentang tujuan, harapan dan apa yang mereka dapatkan usai melakukan kunjungan tersebut.
‘’Kondisi gajah Sumatera saat ini sudah mendekati kepunahan. Karena kepedulian yang tinggi dari Presiden Prabowo, maka TNTN harus dikembalikan kepada fungsinya sebagai taman nasional terutama untuk habitat gajah yang harus dilindungi. Ini perlu dukungan kita bersama. TNTN ini luasnya 81.000 hektare, sedangkan petugas hanya 23 orang. Bagaimana bisa melakukan pengawasan. Mungkin bisa minta bantuan Kapolri melalui Kapolda untuk pelestarian taman nasional ini,’’ kata Titiek.
Pada kesempatan itu, Titiek juga menyampaikan Instruksi Presiden (Inpres) tentang Penyelamatan Populasi dan Habitat Gajah Sumatera dan Gajah Borneo sebagai wujud kepedualian terhadap gajah sebagai hewan yang dilindungi. Bahkan Presiden menyerahkan 90.000 ha lahan di Aceh untuk dijadikan kawasan konservasi gajah.
Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo menyambut baik harapan Ketua Komisi IV DPR RI dengan akan terus berkerja keras melakukan perlindungan terhadap gajah. Salah satunya dengan mengungkap kasus pembunuhan gajah beberapa waktu lalu yang telah diungkap tuntas oleh Kapolda Riau dan timnya.
‘’Terimakasih Kapolda yang beberapa waktu lalu telah melakukan penegakan hukum terhadap pembunuhan salah satu populasi gajah. Kasus ini sudah diusut tuntas. Saya ucapkan apresiasi dan tolong lakukan tindakan tegas sehingga populasi yang tinggal sedikit ini bisa berkembang dengan baik,’’ harapnya pula.
Sementara itu, Menhut Raja Juli Antoni menyebutkan bahwa Komisi IV DPR RI merupakan patner untuk mewujudkan rehabilitasi TNTN. Begitu juga dengan Kapolri yang telah memberikan sinyal untuk terus berkerjasama.
‘’Persoalan TNTN bukan persoalan kemarin sore, minggu lalu, tahun lalu, tapi sudah menahun. Di bawah kepemimpinan Presdien Prabowo mulai dilakukan penertiban TNTN. Kami sudah menebang sawit illegal 1000 hektar, mengeluarkan 411 KK dari Kawasan TNTN yang dilakukan secara damai. Sekitar 4000 KK juga menyatakan bersedia keluar dari TNTN. Dengan dukungan semua pihak, TNTN akan kembali fungsinya sebagai rumah habitat gajah yang dilindungi,’’ kata Raja Juli.(*)