
Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau Umi Kulsum M.Hum menyampaikan sambutan saat peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional (HBII) di Sekolah Islah Azzuhra Pusat Pekanbaru, Sabtu (21/2/2026). FOTO SUNTING
PEKANBARU (Sunting.co.id) – Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional (HBII) setiap tanggal 21 Februari, tahun ini dilaksanakan dengan meriah di berbagai provinsi di Indonesia. Di Riau, Balai Bahasa Provinsi Riau merayakan HBII dengan melaksanakan Gelar Wicara, Sabtu (21/2/2026) di Sekolah Islah Azzuhra Pusat, Kota Pekanbaru.
Gelar Wicara kali menghadirkan tiga narasumber, yakni Datuk Syaiful Anwar dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Dr. Fatmawati dari Peneliti BRIN dan Alvi Puspita dari Pendidikan Bahasa Melayu Universitas Lancang Kuning (Unilak). Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau H. Erisman Yahya, M.H, pimpinan Grup Sekolah Islah, Azzuhra, H. Mulyadi, S.Pd. M.M beserta segenap guru dan siswa, sastrawan serta pimpinan komunitas di Pekanbaru.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau Umi Kulsum M.Hum, pada kesempatan itu menegaskan, peringatan HBII menjadi momentum dan pengingat tentang pentingnya Bahasa ibu bagi semua pihak serta sebagai bentuk penghormatan bagi keberagaman bahasa di dunia.
‘’UNESCO pada tahun 1999 menetapkan 21 Februari sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional (International Mother Language Day). Maka, sejak tahun 2000, peringatan ini dirayakan secara global,’’ jelas Umi Kulsum.
Lahirnya HBII bertujuan untuk melestarikan bahasa ibu dan bahasa daerah, menghargai keberagaman budaya dan identitas, mendorong pendidikan multibahasa, dan meningkatkan kesadaran bahwa banyak bahasa di dunia terancam punah, sambung Umi Kulsum. Bagi Indonesia yang memiliki ratusan bahasa daerah, peringatan ini menjadi momentum penting untuk pelindungan dan revitalisasi bahasa daerah, penguatan identitas lokal, dan dukungan kebijakan bahasa oleh pemerintah dan masyarakat.
‘’Gelar Wicara merupakan salah satu agenda kita dalam memperingati hari Bahasa Ibu tahun ini. Agenda lainnya antara lain, pelatihan menulis aksara arab Melayu disertai lomba, serta pembuatan konten kebahasaan dan kesastraan dalam bahasa daerah. Mari bersama-sama kita ikuti Gelar Wicara ini agar peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional lebih bermakna,’’ sambungnya.
Sementara iu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau H Erisman Yahya, M.H pada kesempatan tersebut memberikan apresiasi kepada Balai Bahasa Riau yang terus bergerak untuk pelestarian bahasa ibu dan bahasa daerah Riau.
‘’Tentu kami sangat mengapresiasi dengan gerakan dan kegiatan-kegiatan kebahasaan yang dilaksanakan Balai Bahasa Provinsi Riau. Semoga upaya pelestarian bahasa ibu dan juga bahasa daerah ini bisa terus dilaksanakan di Riau serta bisa terus berkolaborasi dengan banyak pihak,’’ kata Erisman pula.
Kegiatan Gelar Wicara ini juga ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada pihak sekolah, pembacaan syair oleh siswa, peninjauan pameran buku-buku berbahasa daerah yang diterbitkan oleh Balai Bahasa Riau serta peninjuan kelas SMA di sekolah tersebut.(*)