Rumah Sunting Ajak Generasi Muda Bicarakan Tradisi Turun Mandi

Ahad, 25 Januari 2026

DOC. RUMAH SUNTING

PEKANBARU (Sunting.co.id) – Malam ini, Sabtu (25/1/2026), pukul 20.00 WIB, Komunitas Seni Budaya Rumah Sunting Pekanbaru menggelar Diskusi Kebudayaan di Boco Kopi, Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru. Kegiatan dilaksanakan  berkat kolaborasi antara Rumah Sunting dengan Boco Kopi.

Kali ini, Diskusi Kebudayaan yang merupakan kegiatan tahunan Rumah Sunting tersebut mengusung tentang tradisi masyarakat adat di sepanjang Sungai Subayang di Kabupaten Kampar yang disebut Turun Mandi, yakni proses memandikan anak ke sungai untuk pertama kali sejak ia dilahirkan.

Diskusi ini juga menghadirkan dua pembicara dari dua generasi yang berbeda. Pertama, Muhammad Ade Putra, seorang mahasiswa magister Antropologi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Kedua, Ramidar, masyarakat Sungai Subayang tepatnya di Desa Padang Sawah, Kampar Kiri, selaku pelestari Turun Mandi.

Kunni Masrohanti, pimpinan Rumah Sunting, mengatakan, Diskusi ini sengaja dilaksanakan di sebuah coffe shop  yang menjadi tongkrongan anak-anak muda agar nilai-nilai luhur Turun Mandi juga bisa dirasakan dan difahami oleh generasi muda perkotaan.

‘’Dalam proses Turun Mandi ada upaya pewarisan nilai luhur kearifan lokal dari ibu kepada anak, dari satu generasi ke generasi berikutnya, dan ada proses pelestarian alam, khususnya sungai. Nilai-nilai ini penting bagi semua generasi, termasuk anak-anak muda perkotaan,’’ kata Kunni.(*)