Oleh: Cak Winda
RASI Rasa berawal dari sebuah perjalanan belajar memahami rasa. Perjalanan ini bermula pada bulan Ramadhan, ketika saya membuat sebuah art project bernama Tadarus Rasa. Melalui proses menggambar dan menulis, saya mencoba menyelami rasa lebih dalam, bukan hanya sebagai perasaan yang hadir sesaat, tetapi sebagai sesuatu yang memiliki keberadaan dan makna dalam kehidupan manusia.
Sebelumnya, pameran ini direncanakan dengan judul Rindang Bayang. Namun proses perenungan selama Ramadhan membawa saya pada kesadaran lain: bahwa di balik setiap bayang pengalaman, terdapat jaringan rasa yang saling berhubungan.
Dari proses menyelam dan mengeksplorasi ruang batin tersebut, lahirlah gagasan Rasi Rasa. Rasa bukan sesuatu yang berdiri sendiri. Ia terbentuk dari perjumpaan antara manusia dengan pengalaman, waktu, alam, ingatan, dan keberadaan yang lebih luas dari dirinya. Seperti rasi bintang yang tersusun dari titiktitik yang tampak terpisah namun membentuk pola ketika dilihat secara menyeluruh, demikian pula rasa memiliki hubungan yang sering kali baru terlihat ketika kita mampu mengambil jarak dan melihatnya secara utuh.
Dalam perjalanan memahami rasa, saya menemukan hubungan yang erat antara rasa, keindahan, dan kebijaksanaan. Seperti yang sering disampaikan oleh Cak Nun, keindahan dapat menjadi bahasa yang mewakili sebuah tindakan yang melampaui sekadar kebaikan. Keindahan bukan hanya persoalan estetika, tetapi juga menghadirkan keselarasan dan kebijaksanaan.
Menariknya, kata "indah" maupun "bijak" tidak memiliki lawan makna yang benar-benar berhadap-hadapan. Keduanya mengarah pada kondisi yang harmonis. Hal ini membuat keindahan menjadi sesuatu yang penting dalam proses penciptaan seni. Sebuah karya bukan hanya tentang apa yang terlihat, tetapi tentang bagaimana ia mampu menghadirkan hubungan, keselarasan, dan makna.
Dalam penciptaan karya-karya ini, saya memilih jalan abstrak. Abstrak bagi saya bukanlah sesuatu yang jauh dari realitas, melainkan lapisan terdalam dari realitas itu sendiri. Ia berasal dari ruang batin manusia: pikiran, ingatan, rasa, dan kesadaran yang tidak selalu dapat diterjemahkan melalui bentuk-bentuk nyata.
Salah satu bentuk abstrak paling luar biasa yang diciptakan manusia adalah teks. Melalui teks, manusia mampu menghadirkan sesuatu yang tidak terlihat menjadi dapat dipahami. Sebaliknya, pengalaman nyata juga dapat diterjemahkan kembali menjadi simbol, bahasa, dan bentuk-bentuk abstrak. Teks menjadi ruang berpikir manusia, tempat ingatan disusun, gagasan dikembangkan, dan keindahan pemikiran dilahirkan melalui karya sastra.
Dari sini saya melihat bahwa seni lukis abstrak dan teks memiliki hubungan yang sangat dekat. Keduanya sama-sama berusaha menyentuh sesuatu yang berada di balik kenyataan yang tampak. Keduanya mencari cara untuk menghadirkan makna yang tidak selalu dapat dijelaskan secara langsung.
Dari hubungan antara rasa, bentuk, teks, dan makna tersebut, saya menemukan sebuah konsep yang saya sebut Rasi. Rasi adalah kesadaran bahwa sesuatu menjadi bermakna karena adanya hubungan. Ketika hubungan itu hilang, maka makna dan keindahan juga kehilangan tempatnya.
Inilah yang kemudian menjadi gagasan utama Context. Context menjadi simbol penghubung antara yang nyata dan yang abstrak, antara pengalaman luar dan pengalaman batin, antara manusia dengan lingkungan kehidupannya. Saat ini manusia hidup dalam zaman ketika batas antara realitas dan dunia maya semakin kabur. Teknologi digital dan kecerdasan buatan menghadirkan ruang abstrak yang begitu luas.
Di tengah perkembangan tersebut, manusia berhadapan dengan risiko kehilangan konteks: kehilangan hubungan dengan asal, makna, dan nilai dari sesuatu yang diciptakannya. Karena itu, kesadaran terhadap context menjadi semakin penting. Manusia perlu kembali menyadari bahwa kehidupan bukanlah kumpulan hal yang berdiri sendiri, melainkan jaringan hubungan yang saling mengalir dan selaras.
Rasi Rasa adalah sebuah upaya untuk melihat kembali hubungan tersebut. Bahwa setiap rasa memiliki jejak. Setiap jejak memiliki hubungan. Dan setiap hubungan membentuk makna.*
PROFIL:
Cak Winda adalah seniman visual yang bekerja dalam wilayah seni abstrak, teks, dan eksplorasi rasa. Melalui proses berkarya, ia mencoba membaca hubungan antara pengalaman manusia, ingatan, alam, dan ruang batin. Baginya, karya seni bukan hanya tentang bentuk yang terlihat, tetapi tentang bagaimana rasa, makna, dan hubungan dapat menemukan wujudnya. Dalam perjalanan berkesenian, Cakwinda aktif mengikuti berbagai pameran seni rupa di Pekanbaru dan mengembangkan berbagai proyek seni yang menghubungkan seni dengan pengalaman kemanusiaan. Salah satunya adalah PEKA Art Project (2021), sebuah proyek seni yang mengangkat perjalanan kemanusiaan melalui pendekatan kreatif. Selain berkarya sebagai seniman, Cakwinda juga aktif dalam pengembangan ekosistem seni rupa melalui kegiatan kuratorial. Ia menjadi kurator beberapa pameran di Galeri Hang Nadim, Pekanbaru, seperti Pameran Liminality (2026) dan Pameran GoRo (2026), serta Pameran AI (2025). Sebagai seniman, Cakwinda telah berpartisipasi dalam berbagai pameran, di antaranya: 2026 Kurator Pameran Liminality (Galeri Hang Nadim), Pekanbaru Kurator Pameran GoRo (Galeri Hang Nadim, Pekanbaru), 2025 Kurator Pameran AI (Galeri Hang Nadim, Pekanbaru), 2024 Peserta Pameran Jejak (Gedung Disperindag, Pekanbaru), Peserta Pameran Kembali ke Pangkal (Galeri Hang Nadim, Pekanbaru), 2023 Peserta Pameran Reartsi (Galeri Hang Nadim, Pekanbaru), Peserta Pameran Transvisual (Galeri Hang Nadim, Pekanbaru), 2022 Peserta Pameran Bandar Serai Festival (Art for Healing) (Galeri Hang Nadim, Pekanbaru), Peserta Pameran Ketidakseimbangan 1 & 2 (Galeri Hang Nadim, Pekanbaru), Peserta Pameran Re-post (Galeri Hang Nadim, Pekanbaru), 2021 Peserta Pameran Pakar 1.1 & Pakar 1.2 (DKR Art Space, Pekanbaru) Peserta Pameran Progres Dua Kota (Galeri Hang Nadim, Pekanbaru), Peserta Pameran Pariwisata Riau (Alam Mayang, Pekanbaru), 2019 Peserta Pameran Pajang Rupa (Gedung Idrus Tintin, Pekanbaru), Peserta Pameran Ilusi Dalam Rupa (Gedung Idrus Tintin, Pekanbaru) 2018 Childish Abstract (Pameran Online, Cakwinda.co).***