PEKANBARU (Sunting.co.id) – Warga Malaysia berasal dari Ipoh-Perak dan Selangor yang mengagumi sejarah Kerajaan Rantau Kampar Kiri Gunung Sahilan, menjumpai Sri Paduka Raja XII D.Y.M, H.T.M Nizar S.H, M.Hum, di kediamannya, Kota Pekanbaru, Selasa (1/9/2026).
Kedatangan warga Malaysia ini untuk menjalin silaturahmi dengan Tuanku Raja sekaligus meminta restu atas perjalannya ke Riau dengan maksud menziarahi makam raja-raja Rantau Kampar Kiri Gunung Sahilan.
Warga Malaysia tersebut disambut langsung oleh Tuanku Raja bersama Permaisuri dan keluarga besarnya, Datuk Besar dan beberapa perangkat kerajaan.
‘’Kami datang ke Riau dengan sengaja hendak bersilaturahmi dengan Tuanku Raja sekaligus menziarahi makam raja-raja Rantau Kampar Kiri Gunung Sahilan. Untuk itu kami mohon restu dan doa keselamatan bagi kami semua,’’ kata pimpinan rombongan, Mior Rahman.
Selain Mior Rahman dari Ipoh-Perak, ada Abdul Rahman dari Selangor, ada juga Mohammad Farid, Zaharul Lazim dan Muhammad Syafiq. Selebihnya adalah kaum ibu, remai dan beberapa orang adalah anak-anak.
Tuanku Raja menyambut dengan gembira. Dalam perbualan petang itu, baik Tuanku Raja maupun Mior Rahman dan tetamu lainnya, saling berbagi cerita tentang silsilah para raja baik di Selangor maupun di Rantau Kampar Kiri Gunung Sahilan. Bukan hanya ke Riau, rombongan ini juga akan melanjutkan perjalanan ke Pagaruyung setelah selesai berkegiatan di Riau.
‘’Karena Kerajaan Rantau Kampar Kiri Gunung Sahilan erat sangat hubungannya dengan Pagaruyung, kami pun akan melanjutkan perjalanan ke sana setelah agenda di Riau selessai,’’ sambung Mior Rahman.
Tuanku Raja sendiri mengucapkan banyak terimakasih atas silaturahmi yang dijalin apalagi datang dengan berziarah ke makam para raja Rantau Kampar Kiri serta menggali kesejarahan Kerajaan Rantau Kampar Kiri Gunung Sahilan.
‘’Kami sangat senang dikunjungi, kami sangat bahagia tuan-tuan datang kemari dan kami berterimakaih telah hadir untuk menziarahi makam datu-datuk dan orang tua kami sebagai raja Rantau Kampar Kiri Gunung Sahilan sebelumnya. Silaturahmi ini jangan sampai putus, dikekalkan hendaknya,’’ harap Tuanku Raja.
Pertemuan itu diakhiri dengan makan bersama sambil sembang ringan, lalu dilanjutkan dengan foto bersama. Tak terasa, petang berganti maghrib, dan maghrib berganti isya.(*)