PEKANBARU (Sunting.co.id) – Sempena Hari Lahir Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau yang ke-56 yang diperingati setiap tanggal 6 Juni, Perempuan LAM melaksanakan berbagai kegiatan kebudayaan. Kegiatan yang dipusatkan di Gedung LAM Riau Jalan Diponegoro Kota Pekanbaru ini, 5 hingga 7 Juni.
Berbagai kegiatan kebudayaan tersebut dirangkum dalam kegiatan yang diberi nama Workshop dan Pertunjukan Berbalas Pantun dengan tema ‘’Merawat Adat, Menguatkan Budaya, Mensejahterakan Masyarakat’’.
Selain Workshop dan Pertunjukan Berbalas Pantun, juga dimeriahkan dengan bazar UMKM, pembuatan Bubur Lambok, pergelaran juadah kearifan lokal Riau, Jumat Berkah dan pemeriksaan kesehatan gratis.
‘’Semua kegiatan ini dilaksanakan sempena memeriahkan Hari Lahir LAM Riau. Tapi lebih dari itu adalah sebagai upaya pelestarian budaya Melayu Riau dan berbagai kearifan lokal yang kita miliki. Mulai dari bengkel dan pertunjukan pantun sampai pergelaran berbagai jenis makanan khas Riau,’’ ungkap Ketua Perempuan LAM Riau, Hj Dinawati, S.Ag, M.M.
Puluhan peserta bengkel atau workshop pantun sudah bersiap untuk mengikuti kegiatan tersebut. Antara lain, Utusan Perwati Riau, Himpaudi Siak Hulu, PKBM Nur Aisyah, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Riau, Perempuan Melayu Pekanbaru dan masih banyak lainnya.
Perempuan LAM juga dipercaya mempersiapkan hidangan makan berhidang saat acara puncak Hari Lahir LAM Riau tersebut. Berbagai menu hidangan lokal akan hadir. Antara lain Ayam masak putih, goreng ikan motan, sambal ladi terung asam, setup nenas, ulap mentimun, tenggek burung dan rebus daun ubi, rebus ubi sambal belacan dan lengkong.
‘’Kegiatan ini terbuka untuk umum. Untuk itu, kami mengajak seluruh masyarakat Kota Pekanbaru, Moh kito besamo-samo datang ke LAM Riau mengikuti rangkaian kegiatan ini. Ada pemeriksaan gratis juga, ada banyak menu makanan lokal Riau. Jangan lupo, kito ramaikan,’’ kata Puan Dina yang lekat dengan bahasa Melayunya.(*)